Pertanyaan
Bagaimana tuntunan bacaan shalat menurut HPT dan Fatwa Tarjih Muhammadiyah?
Jawaban
- Tuntunan bacaan shalat yang baku ada dalam Kitab Shalat HPT (Keputusan Mukmamar Tarjih 1929), dan diuraikan ulang secara rinci pada putusan Munas Tarjih ke-29. Dasarnya sabda Nabi saw.:
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
"Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku melakukan shalat." (HR. Bukhari) — Kitab Shalat Bagian 01 Muqaddimah
Urutan bacaannya:
- Takbiratul ihram — "Allahu Akbar" dengan niat ikhlas karena Allah, mengangkat kedua tangan sejurus bahu, ibu jari sejajar daun telinga.
- Sedekap — tangan kanan diletakkan pada punggung telapak tangan kiri di atas dada.
- Doa iftitah — dua pilihan yang dituntunkan: "Allahumma ba'id baini wa baina khathayaya…" atau "Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardh…". Pada rakaat kedua dan seterusnya tidak dibaca.
- Ta'awwudz — "A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim", dibaca pada tiap rakaat.
- Basmalah — "Bismillahir-rahmanir-rahim", dibaca sebelum al-Fatihah pada setiap rakaat.
- Al-Fatihah, lalu "Amin".
- Surat/ayat Al-Qur'an — dibaca dengan tadabbur dan tartil.
- Rukuk — bertakbir, punggung dan leher diratakan, "Subhanakallahumma rabbana wa bihamdikallahummaghfirli", atau doa lain dari Nabi saw.
- I'tidal — "Sami'allahu liman hamidah", lalu "Rabbana wa lakal hamd".
- Sujud — bertakbir, "Subhanakallahumma rabbana wa bihamdikallahummaghfirli" atau doa lain dari Nabi saw.
- Duduk antara dua sujud — "Allahummaghfirli warhamni wajburni wahdini warzuqni" (HR. At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
- Sujud kedua, lalu rakaat berikutnya seperti rakaat pertama tanpa doa iftitah.
- Tasyahud — "Attahiyyatu lillahi wash-shalawatu wath-thayyibat…" beserta shalawat; bacaan tahiyat awal dan akhir pada pokoknya sama, yang berbeda doa sesudahnya: tahiyat awal "Allahumma inni zhalamtu nafsii zhulman katsiran…", tahiyat akhir "Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabi jahannam…" — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Bersedekap Sujud Dan Bacaan Tahiyyat
- Salam — "Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh", dua kali, menoleh ke kanan dan ke kiri hingga pipi terlihat dari belakang.
Dalil
-
Bacaan rukuk dan sujud — Nabi saw. membaca:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ (dalam rukuk) dan سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى (dalam sujud)
"Aku pernah salat bersama Nabi saw, di dalam rukuknya beliau membaca Subhana rabbiyal-'adzim dan dalam sujudnya Subhana rabbiyal-a'la." (HR. Muslim dari Hudzaifah) — Fatwa 36 Bacaan Tasbih Rukuk Sujud
-
Perbanyak doa ketika sujud:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
"Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim) — Fatwa 15 2019 Hukum Membaca Doa Selain Bacaan Shalat Pada Sujud Terakhir
-
Rakaat ketiga dan keempat cukup al-Fatihah, tanpa surat — berdasarkan hadis Abu Qatadah: Nabi saw. "pada dua rakaat permulaan membaca induk kitab (Fatihah) dan dua surat, serta pada dua rakaat lainnya membaca Fatihah saja" (HR. Bukhari dan Muslim) — Fatwa 18 2018 Bacaan Surah Rakaat Ketiga Dan Keempat
Catatan
-
Perkembangan putusan lintas tahun — posisi Tarjih pada pokok bacaan konsisten sejak 1929, tetapi ada beberapa penajaman:
-
Sebelum 1937: bacaan "Rabbighfirli" sebelum "Amin" masih dituntunkan. Sejak Muktamar ke-26, berdasarkan penelitian ulang hadisnya lemah, bacaan itu tidak lagi dituntunkan dalam shalat — Tanya Jawab Agama 2 Masalah Bacaan Dan Gerakan Dalam Shalat
-
1999 (Fatwa 16): bacaan "Hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih" setelah bangkit dari rukuk termasuk zikir yang dituntunkan Nabi saw. (HR. Ahmad, Bukhari, Malik, Abu Dawud dari Rifa'ah bin Rafi') — Fatwa 16 1999 Bacaan Hamdan Katsira Setelah Ruku Pertanyaan Seputar Salat Dan Sa
-
2009 (Fatwa 36): tasbih rukuk dan sujud boleh dibaca lebih dari satu kali, tetapi tidak berlebih-lebihan; imam boleh memanjangkan asal tidak memberatkan makmum — Fatwa 36 Bacaan Tasbih Rukuk Sujud
-
2014 (Fatwa 28): pada salat malam, Nabi saw. kadang membaca jahar dan kadang sir; beliau menyarankan sikap mu'tadil (tidak terlalu keras, tidak terlalu pelan) — Fatwa 28 2014 Bacaan Shalat Malam Sirr Atau Jahr
-
2019 (Fatwa 15): lafal "maka perbanyaklah doa" dipahami sebagai mengulang-ulang bacaan doa sujud, bukan menambahkan bacaan lain di luar bacaan sujud — Fatwa 15 2019 Hukum Membaca Doa Selain Bacaan Shalat Pada Sujud Terakhir
-
2022 (Fatwa 01): basmalah dibaca sebelum al-Fatihah pada setiap rakaat dan merupakan bagian dari al-Fatihah. Soal jahar atau sir berlaku tanawwu' (keragaman yang keduanya bersumber) — Fatwa 01 2022 Hukum Bacaan Basmalah Dan Kunut Shalat Subuh
-
2026 (disidangkan 2024): salat Tarawih formasi 4-4-3 dikerjakan tanpa tahiyat awal dan bacaan dijaharkan pada setiap rakaat — Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa
-
Uraian bacaan lengkap dengan lafal Arab dan nomor dalil satu per satu ada pada Kitab Shalat Bagian 01 Muqaddimah dan Hpt Jilid 1 Kitab Shalat; penjelasan dalil tiap bacaan ada pada Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib dan Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu. Perbedaan bacaan tasyahud dan riwayat-riwayatnya dibahas pada Tanya Jawab Agama 4 Masalah Bacaan Dalam Shalat.
Kesimpulan
- Tuntunan bacaan shalat menurut Tarjih: takbir → doa iftitah → ta'awwudz → basmalah → al-Fatihah dan "Amin" → surat → rukuk → i'tidal → sujud → duduk antara dua sujud → sujud → tasyahud dan shalawat → salam; pada rakaat ketiga dan keempat cukup al-Fatihah. Lafal tasbih rukuk dan sujud boleh lebih dari sekali, dan doa sujud diperbanyak dengan mengulang bacaan sujudnya.
Sumber
- Kitab Shalat Bagian 01 Muqaddimah (Keputusan Muktamar Tarjih 1929)
- Hpt Jilid 1 Kitab Shalat
- Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu (Munas Tarjih ke-29)
- Fatwa 36 Bacaan Tasbih Rukuk Sujud (2009)
- Fatwa 18 2018 Bacaan Surah Rakaat Ketiga Dan Keempat (2018)
- Fatwa 15 2019 Hukum Membaca Doa Selain Bacaan Shalat Pada Sujud Terakhir (2019)
- Fatwa 01 2022 Hukum Bacaan Basmalah Dan Kunut Shalat Subuh (2022)
Wallahu a'lam bish-shawab.