Pertanyaan
- Berapa rakaat shalat Tarawih sesuai yang dilaksanakan Nabi Muhammad saw?
Jawaban
-
Menurut naskah-naskah Tarjih, Rasulullah saw mengerjakan shalat malam di bulan Ramadhan (qiyamu Ramadhan) tidak lebih dari sebelas rakaat, termasuk witir di dalamnya, dengan dua formasi:
- 4 – 4 – 3, yaitu empat rakaat salam, empat rakaat salam, lalu witir tiga rakaat.
- 2 – 2 – 2 – 2 – 2 – 1, yaitu dua rakaat salam berulang hingga sepuluh rakaat, lalu witir satu rakaat.
-
Tanya Jawab Agama 2026 merumuskan tegas: "formasi shalat Tarawih menurut putusan dan fatwa Tarjih Muhammadiyah adalah 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1" — Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa
-
Fatwa 13/2022 menyimpulkan: "Rasulullah saw tidak pernah menambah rakaat salat malam melebihi dari sebelas rakaat, baik di bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan. Adapun tatacara pelaksanaannya yaitu dengan empat rakaat salam, empat rakaat salam, dan diakhiri dengan witir tiga rakaat." — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih
Dalil
-
Hadis 'Aisyah r.a. (HR al-Bukhari dan Muslim):
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا
"Nabi saw tidak pernah melakukan shalat sunah di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian beliau shalat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau shalat tiga rakaat" — Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa
-
Hadis 'Aisyah r.a. tentang cara dua-dua (HR ad-Darimi): "Rasulullah saw melakukan salat antara Isyak dan Subuh sebanyak sebelas rakaat. Beliau mengucapkan salam pada setiap dua rakaat dan melakukan witir dengan satu rakaat." — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih
-
Hadis Zaid bin Khalid al-Juhani (HR Muslim) yang menyebut tiga belas rakaat dengan formasi dua-dua ditutup witir satu rakaat juga dikutip dalam naskah Tarjih — Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa
Perkembangan posisi Tarjih lintas tahun:
- 1998 — Fatwa 41 (1998) mengutip Berita Resmi Muhammadiyah No. 03/1995-2000: qiyamu Ramadhan setelah Isya secara berjamaah dengan bacaan jahr, diawali shalat iftitah dua rakaat singkat sendiri-sendiri, lalu 4 rakaat berjamaah, 4 rakaat lagi, diakhiri 3 rakaat. Formasi 4-4-3 ini didasarkan pada hadis 'Aisyah riwayat al-Bukhari dan Muslim — Fatwa 41 1998 Tahiyat Awal Pada Salat Qiyamu Ramadan Empat Rakaat
- 2003 — Fatwa 12.A (2003) menegaskan bahwa hadis 'Aisyah yang dipegang Majelis Tarjih dan termuat dalam HPT adalah hadis yang "sangat-sangat kuat, tidak ada dalam sanadnya perawi yang lemah", dan menolak anggapan bahwa hadis itu bukan dalil Tarawih — Fatwa 12 A 2003 Hadits Shalat Tarawih
- 2010 — Fatwa 16 (2010) menegaskan bahwa shalat Tarawih empat rakaat sekali salam tidak bermasalah dari sisi matan maupun sanad, dan bahwa empat rakaat salam maupun dua rakaat salam keduanya merupakan tanawu' (keanekaragaman) dalam beribadah yang dapat diamalkan — Fatwa 16 2010 Salat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam Batal
- 2022 — Fatwa 13 (2022) menambah penegasan bahwa tarawih dan tahajud adalah shalat yang sama, hanya istilahnya khusus untuk bulan Ramadhan; karena itu yang sudah tarawih 4-4-3 tidak perlu mengerjakan tahajud dan witir lagi — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih
- 2026 — Tanya Jawab Agama 2026 (disidangkan 2024) merangkum keduanya sebagai formasi resmi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1, tanpa tahiyat awal pada shalat empat rakaat, dengan bacaan jahar — Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa
Kesimpulan
- Sesuai yang dilaksanakan Nabi saw, shalat Tarawih adalah sebelas rakaat termasuk witir, dikerjakan dengan formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1. Riwayat tiga belas rakaat juga termuat dalam naskah Tarjih, sedangkan batas "tidak lebih dari sebelas rakaat" adalah ketetapan yang dipegang Majelis Tarjih berdasarkan hadis 'Aisyah.
Sumber
- Fatwa 41 1998 Tahiyat Awal Pada Salat Qiyamu Ramadan Empat Rakaat (1998)
- Fatwa 12 A 2003 Hadits Shalat Tarawih (2003)
- Fatwa 16 2010 Salat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam Batal (2010)
- Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih (2022)
- Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa (2026)
- Tanya Jawab Agama 9 Bab 6 Tarawih (Tanya Jawab Agama 9)
Wallahu a'lam bish-shawab.