Sepertinya yang Anda cari ada di luar arsip ini. Saya dibuat khusus untuk fatwa, putusan, dan metodologi Tarjih Muhammadiyah — di luar itu jawaban saya tidak akan bisa dipertanggungjawabkan. Ada hal lain seputar itu yang bisa saya carikan?
Pertanyaan
Membaca ayat kursi setelah salat — bagaimana tuntunan dan dalilnya dalam khazanah Tarjih?
Jawaban
- Membaca ayat kursi sesudah salat fardu termasuk bacaan yang dituntunkan dalam HPT. Dalam Kitab Zikir Doa HPT, Bab III "Matan Dzikir dan Doa Sesudah Shalat Fardhu", ayat kursi didaftar sebagai bacaan nomor 5, setelah istighfar tiga kali, Allāhumma antas-salām, dan bacaan-bacaan khusus sesudah Subuh dan Magrib.
Dalil yang dikutip untuk itu:
«Barang siapa membaca ayat al-Kursiy pada setiap akhir shalat fardu, maka tiada suatu pun yang dapat mencegahnya untuk masuk surga sampai mati.» (HR. at-Tabarani)
dan riwayat kedua:
«Barang siapa membaca ayat al-Kursi sesudah shalat wajib, dia berada dalam perlindungan Allah hingga shalat berikutnya.»
Dalam teks Arab naskah, keduanya berbunyi:
ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺃَ ﺁﯾَﺔَ ﺍﻟْﻜُﺮْﺳِﻲ ﻓِﻲ ﺩُﺑُﺮِ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺍﻟْﻤَﻜْﺘُﻮﺑَﺔِ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻲ ﺫِﻣَّﺔِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺍﻷُﺧْﺮَﻯ
Dalil
- Hadis Abu Umamah r.a. dari Rasulullah saw. tentang keutamaan membaca ayat al-Kursiy pada setiap akhir salat fardu (HR. at-Tabarani), dan hadis tentang perlindungan Allah hingga salat berikutnya — Kitab Zikir Doa
Catatan
-
Kitab Zikir Doa menutup daftar itu dengan keterangan: "Bacaan zikir dan doa di atas tidak wajib dibaca seluruhnya dan tidak harus berurutan (tertib). Apa yang dikemukakan di atas berasal dari hadits-hadits Nabi SAW yang menerangkan bahwa Rasulullah membaca dzikir dan doa setelah shalat fardu." Jadi ayat kursi adalah bagian dari rangkaian tuntunan, bukan rangkaian yang wajib ditunaikan seluruhnya dan berurutan — Kitab Zikir Doa
-
Halaman konsep merumuskan ayat kursi sebagai "ayat yang dibaca setelah shalat fardu", dan itulah satu-satunya kaitan langsungnya dengan waktu setelah salat — Ayat Kursi
-
Perkembangan naskah yang lebih baru: Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 (disidangkan 22 Rabiulakhir 1446 H/25 Oktober 2024 M), tentang doa dan ayat pilihan untuk mengusir, menangkal, dan melemahkan setan, juga menyebut ayat kursi — tetapi dalam konteks yang berbeda, yaitu sebagai bacaan penangkal setan, dengan hadis Abu Hurairah tentang membaca ayat kursi sebelum tidur (HR. al-Bukhari). Naskah 2025 itu menyimpulkan: "gangguan setan dapat ditangkal dengan beberapa bacaan, di antaranya: membaca Al-Qur'an, membaca Ayat Kursi, membaca dua ayat terakhir surah Al-Baqarah, membaca surah Al-Falaq dan An-Nas, serta membaca doa-doa sebagaimana tersebut di atas." Naskah ini tidak membahas pembacaan ayat kursi setelah salat, sehingga tidak mengubah tuntunan dalam HPT, hanya memperluas sisi fungsinya sebagai perlindungan — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 1 15 Mei Doa Dan Ayat Pilihan Untuk Mengusir Menangkal Dan Mel
Kesimpulan
- Membaca ayat kursi sesudah salat fardu adalah bagian dari matan dzikir dan doa sesudah salat fardu dalam HPT, dengan dalil keutamaan dari riwayat Abu Umamah dan riwayat tentang perlindungan Allah hingga salat berikutnya. Rangkaian dzikir tersebut tidak wajib ditunaikan seluruhnya dan tidak harus berurutan.
Sumber
- Kitab Zikir Doa (HPT, Kitab Zikir Doa, Bab III, tanpa tahun tercantum)
- Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 1 15 Mei Doa Dan Ayat Pilihan Untuk Mengusir Menangkal Dan Mel (2025)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Pertanyaan
Bagaimana tuntunan doa (bacaan) dalam berwudhu menurut khazanah Tarjih?
Jawaban
-
Dalam Kitab Thaharah HPT, rangkaian "CARA BERWUDHU" ditutup dengan bacaan syahadat. Setelah selesai membasuh kedua kaki, naskah menulis: "kemudian ucapkan: 'Asyhadu alla- ila-ha illalla-h wahdahu la-syarika-lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasu-luh' (24)". Terjemahan resmi dalam catatan kitab itu: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah sendiri yang tidak ada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hambaNya dan UtusanNya." — Hpt Jilid 1 Kitab Thaharah
-
Sebelumnya, di awal wudhu, HPT menuntunkan basmalah: "Apabila kamu hendak berwudhu, maka bacalah: 'Bismillahirrohmanirrohim'." — Kitab Thaharah
-
Selain dua bacaan itu, arsip belum memuat lafal doa tambahan sesudah wudhu (misalnya lafal yang biasa dibaca sebagian orang setelah wudhu). Saya belum menemukannya dalam bagian yang berhasil ditelusuri.
Dalil
-
Untuk syahadat sesudah wudhu, HPT mengutip hadis 'Umar bin Khathab r.a.: "Tidak ada seorang dari kamu yang berwudlu dengan sempurna lalu mengucapkan: Asyhadu alla ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh, melainkan akan dibukakanlah baginya pintu-pintu Syurga yang delapan; yang dapat dimasuki dari mana yang ia hendaki." (Diriwayatkan oleh Muslim, Ahmad dan Abu Dawud) — Hpt Jilid 1 Kitab Thaharah
-
Untuk basmalah, HPT menyebut hadis dari an-Nasai "dengan sanad yang baik": "Wudlulah kamu dengan membaca 'Bismillah!'", dan Ibnu Hajar dalam Takhrij Ahaditsil-Adzkar menyatakan hadis ini hasan shahih, sementara Imam Nawawi menyatakan sanadnya baik — Kitab Thaharah
-
Naskah 2023 mengutip dua hadis lain, dengan teks Arabnya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوءَ لَهُ، وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِ [رواه أبو داود]
"Tidak ada shalat bagi orang yang tidak memiliki wudhu, dan tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah ketika berwudhu" [HR Abu Dawud no. 92]; dan hadis "Setiap perkataan atau urusan yang penting yang tidak dibuka dengan zikir kepada Allah, maka dia cacat atau terputus" [HR Ahmad no. 8355] — Tanya Jawab Agama 2023 Edisi 09 1 15 Mei Hukum Membaca Basmalah Di Kamar Mandi Ketika Berwudhu
Catatan
-
Perkembangan naskah. HPT (tanpa tahun tercantum) menetapkan bacaan basmalah di awal wudhu dan syahadat di akhirnya. Tanya Jawab Agama 2023 Edisi 09 (disidangkan 14 Jumadilawal 1444 H/9 Desember 2022 M) tidak mengubah tata cara itu, tetapi memperjelas kedudukan basmalah: "Mayoritas ulama berpendapat bahwa mengucap basmalah sebelum berwudhu adalah sunnah muakadah (yang sangat dianjurkan) dan sebagai salah satu dari sunnah-sunnah yang diajarkan oleh Nabi saw tetapi bukan merupakan syarat sahnya wudhu." Naskah itu juga mencatat bahwa Imam Ahmad berkata: "Aku tidak mengetahui ada hadits sahih yang membicarakan tasmiyah ketika wudhu" [Al-Adzkar, 90], dan mengutip Ibnu Hajar: "Tampak bahwa dilihat dari berbagai macam jalur, hadits yang membicarakan anjuran basmalah saat wudhu saling menguatkan, yang menunjukkan adanya ajaran akan hal itu" [Talkhis al-Habir, 1: 128] — Tanya Jawab Agama 2023 Edisi 09 1 15 Mei Hukum Membaca Basmalah Di Kamar Mandi Ketika Berwudhu
-
Khusus wudhu di kamar mandi, naskah 2023 menyimpulkan: "ketika berwudhu di kamar mandi boleh tidak mengucapkan basmalah, namun lebih utama apabila tetap mengucapkannya secara sirr (dalam hati)" — Tanya Jawab Agama 2023 Edisi 09 1 15 Mei Hukum Membaca Basmalah Di Kamar Mandi Ketika Berwudhu
-
Redaksi matan HPT memuat "wahdahu la syarikalah", sedangkan satu salinan naskah Kitab Thaharah menuliskan hadisnya lebih ringkas tanpa frasa itu — perbedaan redaksi salinan, bukan perbedaan putusan — Hpt Jilid 1 Kitab Thaharah, Kitab Thaharah
-
Terkait, meski bukan doa wudhu orang hidup: Fatwa 22/1998 menyatakan "sepanjang penelitian kami tidak ada do'a khusus yang dituntunkan Nabi saw ketika kita akan memandikan jenazah. Oleh karena itu saudara cukup membaca bismillah untuk mengawali segala perbuatan yang baik", dan bahwa mewudukan mayat setelah dimandikan tidak ditemukan dalilnya, sebab hadis Ummu 'Atiyyah justru memulai dengan membasuh badan sebelah kanan dan anggota wudunya — Fatwa 22 1998 Doa Memandikan Mayat Dan Mewudukan Mayat Setelah Memandikan
-
Halaman konsep Wudhu hanya merangkum pengertian dan kaitan fatwa-fatwa thaharah, tanpa menambah daftar doa — Wudhu
Kesimpulan
- Tuntunan yang termuat dalam HPT: basmalah ketika hendak berwudhu, lalu syahadat — "Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh" — setelah selesai membasuh kedua kaki. Basmalah berkedudukan sunnah muakkad, bukan syarat sah wudhu, dan di kamar mandi lebih utama dibaca sirr dalam hati. Arsip belum memuat lafal doa tambahan lain sesudah wudhu.
Sumber
- Hpt Jilid 1 Kitab Thaharah (HPT Jilid 1, Kitab Thaharah — tata cara wudhu dan nota dalil 1, 24)
- Kitab Thaharah (Kitab Thaharah — muqadimah, alasan/dalil, dan catatan arti bacaan)
- Tanya Jawab Agama 2023 Edisi 09 1 15 Mei Hukum Membaca Basmalah Di Kamar Mandi Ketika Berwudhu (2023; disidangkan 9 Desember 2022 M)
- Fatwa 22 1998 Doa Memandikan Mayat Dan Mewudukan Mayat Setelah Memandikan (1998, Fatwa 22)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.