Pertanyaan
- Berapa jumlah rakaat minimal salat duha?
Jawaban
-
Jumlah minimal salat duha adalah dua rakaat, dan itu sudah dinilai cukup. Posisi ini konsisten sejak naskah paling awal (1998) sampai yang terbaru. Mengenai batas maksimalnya, arsip tarjih memperlihatkan perkembangan:
-
Fatwa 57 Tahun 1998 — menyebut adanya hadis yang menerangkan dua rakaat, empat rakaat, delapan rakaat, hingga dua belas rakaat, lalu menyimpulkan: "salat Dhuha itu dikerjakan maksimal 12 rakaat dan ini bukan merupakan satu paket yang harus dikerjakan. Artinya boleh memilih jumlah rakaat sesuai dengan waktu/kesempatan yang ada. Artinya apabila mampu/sempatnya hanya dua atau empat rakaat, sudah dinilai cukup, demikian seterusnya." — Fatwa 57 1998 Puasa Sunat Tiga Hari Tiap Bulan Salat Duha Tidak Urut Kotoran Cic
-
Fatwa 14 Tahun 2009 — merinci pilihan jumlahnya: dua rakaat, empat rakaat, delapan rakaat dengan salam tiap dua rakaat, dan menambahkan: "Boleh dikerjakan dengan jumlah rakaat yang kita inginkan." Halaman ini juga mengutip al-'Iraqi: "Aku tidak melihat seseorang dari kalangan sahabat maupun tabi'in yang membatasi jumlahnya pada dua belas rakaat", serta keterangan bahwa hadis-hadis yang menyatakan dua belas rakaat tidak lepas dari cacat. Dengan demikian, batas maksimal dua belas rakaat dalam naskah 1998 tidak dipertahankan sebagai batas pada naskah 2009. — Fatwa 14 Tatacara Salat Tahajud Dan Duha
-
Fatwa 11 Tahun 2015 — menegaskan dua rakaat sebagai wasiat Nabi saw. yang tidak ditinggalkan, dan menyimpulkan: "kita disunatkan untuk melakukan shalat dhuha semampu kita tanpa melalaikan kewajiban-kewajiban." — Fatwa 11 2015 Shalat Duha Tiap Hari
-
Dalil
-
Hadis dua rakaat (batas minimal), sebagaimana dikutip Fatwa 57/1998 dan Fatwa 11/2015:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ بِصِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ [متفق عليه]
Artinya: "Dari Abu Hurairah, ia berkata: Nabi saw. berwasiat kepadaku untuk puasa tiga hari setiap bulan, salat Dhuha dua rakaat, dan salat Witir sebelum tidur." [Hadis riwayat Muttafaq 'Alaih] — Fatwa 57 1998 Puasa Sunat Tiga Hari Tiap Bulan Salat Duha Tidak Urut Kotoran Cic
-
Hadis empat rakaat dan boleh menambah:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ. [رواه مسلم]
Artinya: "Diriwayatkan dari 'Aisyah, ia berkata: Rasulullah saw. mengerjakan shalat dhuha empat rakaat dan adakalanya menambah sesukanya." (HR. Muslim) — Fatwa 14 Tatacara Salat Tahajud Dan Duha
Catatan
- Salat duha termasuk shalat tathawwu' yang disebut dalam HPT: "Shalat-shalat Tathawwu' yang berdasarkan tuntunan dari Nabi saw. yang berdalil hadits yang shahih, ialah … 6. Shalat Dluha …" — Kitab Shalat Bagian 03 Shalat Tathawwu. Mengenai batas maksimal, arsip tarjih memuat dua perumusan yang berbeda antara 1998 dan 2009 (batas dua belas rakaat vs. tidak dibatasi), dan keduanya disajikan apa adanya di atas.
Kesimpulan
- Minimal dua rakaat, dan itu sudah cukup; lebih dari itu mengikuti kemampuan dan kesempatan, dengan naskah 2009 tidak membatasi jumlahnya pada dua belas rakaat.
Sumber
Wallahu a'lam bish-shawab.