ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
SumberJelajah arsip
Sumber

Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 09 Zakat Aset dan Penghasilan Digital 2

Tahun 2026Folder: Fatwa 2026#auto-import

Summary

Naskah lengkap sudah disalin ke Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 09 Zakat Aset dan Penghasilan Digital 2.

Entitas yang Disebut

  • Lazismu — Lembaga amil zakat yang disebut sebagai contoh dalam penutup.
  • Persyarikatan — Organisasi yang warganya menjadi sasaran fatwa ini.

Istilah Kunci

  • ‘Urūḍ Al-Tijārah (عُرُوْض التِّجَارَة) — Harta perniagaan atau barang dagangan yang menjadi kategori zakat surat berharga digital.
  • Al-Māl Al-Mustafād (الْمَال الْمُسْتَفَاد) — Harta yang diperoleh melalui usaha atau profesi tertentu, termasuk penghasilan digital.
  • Al-Qīmah (الْقِيمَة) — Metode pembayaran zakat dengan mengonversi nilai aset digital ke dalam mata uang fiat.
  • Amil — Pengelola zakat yang optimalisasi perannya disarankan dalam penutup.
  • Asnaf — Delapan golongan penerima zakat yang berhak secara tepat sasaran.
  • Future Trading — Perdagangan berjangka spekulatif yang mengandung unsur haram.
  • Garar — Ketidakpastian yang harus dijauhi dalam transaksi.
  • Ginā — Taraf kecukupan yang menjadi syarat wajib zakat.
  • Halal — Syarat perolehan harta yang dapat dizakati.
  • Hissah (حِصَّة) — Bukti kepemilikan atas perusahaan riil dalam bentuk saham atau unit reksadana.
  • Ikhraj (إِخْرَاج) — Pelaksanaan pembayaran zakat.
  • Leverage — Utang berbunga yang mengandung unsur riba.
  • Locked Staking — Skema penguncian aset digital untuk mendapatkan imbal hasil, dianggap seperti deposito.
  • Maisir — Unsur judi yang harus dijauhi dalam transaksi ekonomi digital.
  • Mal Halal — Harta yang bernilai secara ekonomi, legal menurut syariah dan peraturan negara, serta dapat disimpan dan dipertukarkan.
  • Milk Tāmm (مِلْك تَامّ) — Kepemilikan sempurna atas aset digital, ditandai dengan penguasaan akses kunci pribadi atau private key.
  • Mu'tabar (مُعْتَبَر) — Nilai aset yang diakui secara syariat untuk perhitungan zakat.
  • Muzaki (مُزَكِّي) — Orang yang wajib membayar zakat, dalam konteks ini pemilik aset digital.
  • Riba — Unsur riba yang harus dijauhi agar keberkahan harta terjaga.
  • Sukuk Ritel — Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau korporasi yang dijual kepada individu secara daring.
  • Syariah — Ketentuan yang harus dipenuhi dalam tata kelola zakat.
  • Tayib — Syarat kebaikan harta yang dapat dizakati.
  • Zakat — Kewajiban yang dibahas dalam fatwa ini, tetap berlaku pada harta digital.
  • Zakat Profesi — Ijtihad kontemporer yang menyamakan penghasilan digital dengan zakat profesi.

Rujukan Al-Qur'an

Tidak ada rujukan ayat terdeteksi.

Source File

raw/Naskah Fatwa Tarjih/Fatwa 2026/TJA-2026-Edisi-09-Zakat-Aset-dan-Penghasilan-Digital-2.md

Kembali ke Fatwa 2026
ChatHPTMajelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

ChatHPT membantu menjelajahi dan memahami khazanah keilmuan Tarjih Muhammadiyah melalui percakapan dengan AI. Jawaban AI merupakan alat bantu pemahaman, bukan fatwa atau putusan resmi.

Powered by AIMU

Ekosistem

MASASatuMuMuhammadiyah ID
© 2026 Muhammadiyah. Hak cipta dilindungi.Dikembangkan oleh MPI PP Muhammadiyah bersama LabMu