ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
kenapa muhammadiyah tidak membaca doa qunut dalam shalat su…
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 14:47 WIB
kenapa muhammadiyah tidak membaca doa qunut dalam shalat subuh?

Pertanyaan

  • Mengapa Muhammadiyah tidak membaca doa qunut (doa اَللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ) pada rakaat kedua shalat Subuh?

Jawaban

  • Sebabnya bukan karena qunut ditolak. Majelis Tarjih justru menetapkan bahwa qunut dalam arti berdiri lama untuk membaca dan berdoa di dalam shalat itu masyru' (ada tuntunannya). Yang tidak dibenarkan adalah pengkhususan qunut pada shalat Subuh saja, dengan doa tertentu sesudah ruku', sebagaimana yang lumrah dikenal.

Rumusan putusan Muktamar Tarjih dalam HPT:

"1. Majelis Tarjih berpendapat bahwa qunut dengan arti berdiri lama untuk membaca dan berdo'a dalam shalat, itu masyru' (ada tuntunannya).
2. Majelis Tarjih tidak membenarkan atau berpendapat adanya pengertian qiyam di atas dikhususkan untuk qunut Shubuh yang sudah dikenal dan diperselisihkan hukumnya" — Kitab Shalat Bagian 04 Qunut

  • Alasan yang disebut naskah: setelah diteliti kumpulan hadis tentang qunut, qunut sebagai bagian shalat tidak khusus hanya diutamakan pada shalat Subuh; bacaan اَللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ … الخ dalam shalat Subuh itu hadisnya tidak sah; dan penerapan hadis riwayat Hasan tentang doa itu untuk khusus qunut Subuh tidak dibenarkan.

  • Perkembangan naskahnya:

    • Tanya Jawab Agama 2 (tanpa tahun): "Adapun Qunut diartikan dengan arti khusus yakni berdiri lama ketika i'tidal dan membaca doa: 'Allahummahdiniy fiman hadait, dan seterusnya diwaktu shalat Shubuh, hukumnya diperselisihkan Ulama. Dan Lajnah Tarjih memilih untuk tidak melakukannya, karena dalilnya tidak kuat termasuk qunut dalam shalat witir." — Tanya Jawab Agama 2 Masalah Shalat Fardhu Dan Sunat
    • Tanya Jawab Agama 4: hadis "Nabi selalu berqunut dalam shalat Shubuh sampai beliau meninggal" dinyatakan "banyak yang menyatakan bahwa sanadnya lemah, artinya hadits itu dhaif. Maka tidak dapat dijadikan hujjah untuk menetapkan adanya qunut ada waktu shalat Shubuh." Sedangkan hadis qunut sebulan sanadnya shahih tetapi "tidak dapat dijadikan dasar qunut hanya pada shalat Shubuh saja" — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Bacaan Dalam Shalat
    • Fatwa 16/2004: mengutip HPT dan menyimpulkan bacaan اَللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ "dalam shalat shubuh itu, haditsnya tidak sah" — Fatwa 16 2004 Membaca Ushalli Dan Masalah Qunut
    • Fatwa 21/2014: "Muhammadiyah berpendirian bahwa qunut yang dilakukan khusus pada saat shalat subuh tidak dibenarkan karena dalilnya lemah", lalu merinci kelemahan sanad hadis-hadisnya (antara lain karena perawi Mahbub bin Hasan dinilai dhaif) dan menegaskan bahwa qunut Nabi saw. yang shahih adalah thulul qiyam serta qunut nazilah, bukan qunut Subuh setelah ruku' — Fatwa 21 2014 Qunut Bagian Dari Shalat Atau Bukan
    • Fatwa 07/2015: memperjelas sisi sanad — bacaan اَللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْت … "sanadnya dhaif karena terjadi keterputusan pada perawi Muhammad bin Ali… dia tidak bertemu dengan Hasan bin Ali karena Muhammad bin Ali lahir pada tahun 56 H sedangkan Hasan bin Ali wafat pada tahun 50 H." Fatwa ini juga menegaskan kaidah yang dipakai: اْلأَصْلُ فِى الْعِبَادَةِ الْبُطْلاَنُ حَتَّى يَقُوْمَ الدَّلِيْلُ عَلَى الْأَمْرِ — "Hukum asal dalam ibadah adalah batal sampai ada dalil yang memerintahkannya" — Fatwa 07 2015 Beda Shalat Shubuh Dan Shalat Jumat Antara Dua Kelompok
  • Catatan tambahan dari fatwa 2015: bila seseorang shalat berjamaah di belakang imam yang membaca qunut, ia "boleh tidak membacanya meskipun imam membacanya", tetapi tidak boleh mendahului gerakan imam — cukup mendengarkan dan tetap berdiri seperti berdirinya imam.

Dalil

  • Hadis yang menjadi dasar qunut sebagai thulul qiyam:

    عَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُولُ اْلقُنُوتِ. [رواه مسلم وأحمد وابن ماجه والترمذى وصححه]

    "Diriwayatkan dari Jabir, bahwa Nabi saw bersabda: Shalat yang paling utama adalah berdiri lama (untuk membaca doa qunut)." [HR. Muslim, Ahmad, Ibnu Majah, dan at-Tirmidzi] — Fatwa 21 2014 Qunut Bagian Dari Shalat Atau Bukan

  • Ayat yang menjadi batas qunut nazilah:

    لَيْسَ لَكَ مِنَ اْلأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ. [آل عمران (3): 128]

    "Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengadzab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang dzalim." [QS. Ali Imran (3): 128] — Fatwa 16 2004 Membaca Ushalli Dan Masalah Qunut

Catatan

  • Naskah yang berhasil ditelusuri konsisten sejak putusan Muktamar dalam HPT sampai fatwa 2015: penolakan bukan pada qunut sebagai doa, melainkan pada pengkhususan qunut Subuh dengan lafal tersebut karena sanadnya dinilai lemah dan penerapannya tidak ada tuntunannya. Fatwa 2021 yang saya temukan membahas qunut nazilah (dilakukan pada semua shalat fardu saat musibah), bukan qunut Subuh, sehingga tidak mengubah pendirian di atas — Fatwa Qunut Nazilah Ali. Untuk kasus praktik berjamaah di lingkungan Anda, Majelis Tarjih atau pimpinan Muhammadiyah setempat dapat memberi arahan.

Kesimpulan

  • Muhammadiyah tidak membaca doa qunut pada shalat Subuh karena memandang tidak ada tuntunan yang sah untuk mengkhususkan qunut — dengan lafal اَللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ sesudah ruku' — hanya pada shalat Subuh; yang dituntunkan adalah qunut sebagai berdiri lama berdoa dalam shalat dan qunut nazilah ketika umat tertimpa kesusahan.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.