ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
Jelaskan hukum dalam Islam yang menjelaskan tentang bagaima…
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 16:52 WIB
Jelaskan hukum dalam Islam yang menjelaskan tentang bagaimana cara mengembalikan seseorang yang hatinya sedang gelisah dikarenakan berbagai urusan perihal duniawi maupun akhirat. Berikan juga berbagai sumber referensi dari ayat Alquran ataupun hadis kemudian rangkum menjadi bentuk langkah demi langkah dengan detail untuk diimplementasikan oleh orang itu

Pertanyaan

  • Apa tuntunan Islam untuk mengembalikan hati yang gelisah karena urusan duniawi maupun akhirat, beserta dalilnya dan langkah-langkah praktisnya?

Jawaban

  • Arsip Tarjih tidak memuat satu fatwa yang berjudul khusus "hukum mengobati kegelisahan hati". Persoalan ini dibahas tersebar di banyak naskah sejak 2004 sampai 2025, dan semuanya mengarah pada satu titik: hati yang gelisah diperlakukan sebagai sinyal, lalu ditangani sesuai penyebabnya — dosa diobati dengan taubat, musibah dengan sabar dan ridha, serta bisikan setan dengan dzikir dan perlindungan kepada Allah.

  • Kronologi posisi Tarjih:

    • 2004 — Fatwa 15 2004 Membaca Tarji Untuk Musibah: cobaan ada dua macam, yang serba nikmat dan yang serba menyedihkan. Yang nikmat dijawab dengan syukur, yang menyedihkan dengan sabar, tawakal, dan rela; mengumpat musibah hukumnya haram karena di baliknya terkandung hikmah.

    • 2010 — Fatwa 03 2010 Masalah Arwah Gentayangan: jalan terbebas dari gangguan adalah "senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah… serta senantiasa berdzikir dan mengingat Allah. Bukankah dengan senantiasa berdzikir hati kita akan tenang".

    • 2011 — Fatwa 02 2011 Hasil Bengkel Rekanan Asuransi: ini naskah paling eksplisit soal mekanisme hati. Dinyatakan bahwa Allah memberi manusia "qalbu (hati), yang berfungsi sebagai mesin penggerak dan pemberi sinyal kepada pemiliknya"; hati yang dikotori dosa sinyalnya meredup (qalbun maridl) bahkan mati (qalbun mayyit), sedangkan "hati yang sehat dan bersih (qalbun salim) pasti akan senantiasa memberikan bimbingan dan sinyal ke arah yang baik". Karena itu "ganjalan dan perasaan tidak tenteram (was-was)… merupakan sinyal positif yang dipancarkan oleh fitrah hati".

    • 2012 — Fatwa 04 2012 Penghasilan Dari Pekerjaan Dengan Meninggikan Ipk: kegelisahan dikaitkan langsung dengan dosa masa lalu, dan disimpulkan bahwa tanda itikad taubat yang baik justru adalah rasa gelisah itu; "Sebaik-baik orang yang melakukan dosa adalah seorang yang menyadari dan bertaubat dari dosanya".

    • 2016 — dua naskah: Fatwa 27 2016 Dzikir Dengan Butir Tasbih menegaskan dzikir sebagai obat ketenangan (mengutip QS ar-Ra'd 13: 28), dan Fatwa 34 2016 Istighfar 1000 Kali Setelah Tahajud merinci istighfar: tidak ada aturan jumlah yang mengikat, tetapi "hendaknya didukung dengan keikhlasan dalam hati… disertai dengan hati yang tunduk dan tawadhu' serta rasa sesal… yakin akan berhenti total dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi", dengan penekanan "kuantitas dan kualitas".

    • 2018 — Fatwa 22 2018 Shalat Tidak Khusyuk Sah Atau Tidak: khusyuk diartikan al-khudlu' (kepasrahan jiwa dan raga kepada Allah) dan dijabarkan cara mengupayakannya.

    • 2021 — Fatwa 38 2021 Beasiswa Dan Gaji Dari Kecurangan: paling lengkap merumuskan taubat nasuha — istighfar, penyesalan (al-nadamah), komitmen tidak mengulangi, dan memperbanyak amal saleh.

    • 2022 — Fatwa 11 2022 Salat Hajat Dan Salawat Nariyah: untuk orang yang sedang menghadapi persoalan hidup, "hendaknya senantiasa bergantung kepada Allah dengan berdoa atau memohon kepada-Nya serta selalu berikhtiar untuk mencari solusinya", dengan doa yang masyru'; salat hajat diputuskan masyru' (disyariatkan) berdasarkan hadis sahih.

    • 2025 — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 1 15 Mei Doa Dan Ayat Pilihan Untuk Mengusir Menangkal Dan Mel: gangguan setan disebut dapat berakibat pada aspek psikis, "seperti mendatangkan sifat malas, takut, dan cemas", lalu diberi tujuh senjata menghadapinya.

  • Posisinya konsisten sejak 2004 hingga 2025: dzikir, taubat, sabar, doa, dan ikhtiar; tidak ada naskah yang mencabut atau merevisi yang lain. Yang berkembang hanyalah ketelitian perinciannya.

Dalil

  • Hati tenang dengan dzikir — Fatwa 03 2010 Masalah Arwah Gentayangan, Fatwa 27 2016 Dzikir Dengan Butir Tasbih
    الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ [الرعد، 13: 28]
    "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" [QS. ar-Ra'du (13): 28].

    • Dzikir di setiap keadaan — Fatwa 27 2016 Dzikir Dengan Butir Tasbih
      عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ [رواه مسلم]
      "Dari Aisyah ia berkata: Nabi saw. dahulu selalu mengingat Allah dalam setiap keadaannya" [HR. Muslim].

    • Perintah memperbanyak dzikir — Fatwa 27 2016 Dzikir Dengan Butir Tasbih
      إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ … وَالذَّاكِرِينَ اللهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا [الأحزاب، 33: 35]
      "…laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar" [QS. al-Ahzab (33): 35].

    • Standar baik–buruk yang dirasakan hati (dasar membaca kegelisahan sebagai sinyal) — Fatwa 38 2021 Beasiswa Dan Gaji Dari Kecurangan dan Fatwa 02 2011 Hasil Bengkel Rekanan Asuransi
      عَنْ وَابِصَةَ بْنِ مَعْبَدٍ الْأَسَدِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِوَابِصَةَ … اسْتَفْتِ نَفْسَكَ اسْتَفْتِ قَلْبَكَ يَا وَابِصَةُ ثَلَاثًا الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِي الصَّدْرِ وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْكَ [رواه الدارمي]
      "…tanyakan kepada dirimu, tanyakan kepada hatimu wahai Wabishah… Kebaikan adalah apa yang membuat jiwa tenang dan membuat hati tenang, sedangkan dosa adalah sesuatu yang membekas dalam jiwa dan membuat hati ragu, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu" [HR. ad-Darimi].

    • Dosa sebagai penyebab kegelisahan, taubat sebagai jalannya — Fatwa 04 2012 Penghasilan Dari Pekerjaan Dengan Meninggikan Ipk
      وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التُّوابُونَ [رواه أحمد والترمذي وابن ماجه]
      "Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang bertaubat" [HR. Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah].

    • Istighfar Nabi setiap hari — Fatwa 34 2016 Istighfar 1000 Kali Setelah Tahajud
      إِنَّهُ لَيُغَانُّ عَلَى قَلْبِي وَإِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللهَ فِي الْيَوْمِ مَائَةَ مَرَّةٍ [رواه مسلم]
      "Sesungguhnya istighfar itu selalu meliputi hatiku dan sungguh aku selalu memohon ampun kepada Allah setiap hari sebanyak seratus kali" [HR. Muslim].

    • Waktu utama istighfar (sahur) — Fatwa 34 2016 Istighfar 1000 Kali Setelah Tahajud
      كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ، وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ [الذاريات، 51: 17-18]
      "Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar" [QS. adz-Dzaariyaat (51): 17-18].

    • Sabar dan shalat sebagai penolong — Fatwa 22 2018 Shalat Tidak Khusyuk Sah Atau Tidak
      وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ [البقرة، 2: 45]
      "Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk" [QS. al-Baqarah (2): 45].

    • Sabar, tarji', dan ganti yang lebih baik — Fatwa 15 2004 Membaca Tarji Untuk Musibah
      وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ [البقرة، 2: 155-156]
      Dan sabda Nabi saw.: إِنَّ عُظْمَ الْجَزَاءِ مَعَ عُظْمِ الْبَلاَءِ، وَإِنَّ اللهَ تَعَاليَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا اِبْتَلاَهُمْ. فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَى وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ [رواه الترمذي وابن ماجه]
      "Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan; dan sesungguhnya Allah swt apabila mencintai suatu kaum, maka dia memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa rela terhadap cobaan itu, maka Allah meridlainya, barangsiapa marah (tidak rela) terhadap cobaan itu, maka Allah akan marah kepadanya."

    • Boleh jadi yang tidak disukai itu baik — Fatwa 15 2004 Membaca Tarji Untuk Musibah
      وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ [البقرة، 2: 216]

    • Tawakal disertai ikhtiar, bukan menyerah — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Aqidah
      Naskah menyatakan: "Tawakal bukan berarti menyerah tetapi juga berusaha dan usaha yang didasarkan hati Tawakal itu pula yang dinilai". Dan Fatwa 04 2012 Penghasilan Dari Pekerjaan Dengan Meninggikan Ipk mengutip:
      وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ. وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ [الطلاق، 65: 2-3]
      "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan membukakan baginya jalan keluar. Dan Ia memberikannya rezki dari arah yang ia tidak sangka-sangka. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya…"

    • Mengadu hanya kepada Allah — Fatwa 36 2015 Berdoa Dan Mengeluh Di Media Sosial
      قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللهِ مَا لا تَعْلَمُونَ [يوسف، 12: 86]
      "Ya'qub menjawab: 'Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku…'"

    • Jangan berputus asa — Tanya Jawab Agama 3 Masalah Kesehatan
      Naskah menegaskan: "Obat dalam al-Qur'an dan Hadits bukanlah obat untuk sekadar dibacakan kemudian dibaca… tetapi al-Qur'an dan Hadits mengandung obat bagi hati yang gundah. Maksudnya kalau dibaca dengan dimasukkan maksudnya dalam hati kemudian dilaksanakan petunjuk-petunjuk yang termaktub didalamnya." Termasuk kriteria "jiwa yang sehat adalah jiwa yang bebas dari rasa tegang, cemas, dan tidak putus asa yang berkepanjangan".

    • Menolong orang lain yang kesusahan — Fatwa 08 2004 Dana Infaq Untuk Simpan Pinjam
      مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرُبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ [رواه مسلم وأبو داود والترمذي]

    • Doa memohon kelapangan hati — Kitab Zikir Doa (doa ke-10 pada kitab ini)
      رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي [طه، 20: 25-28]


  • Langkah-langkah penerapan (rangkuman saya, setiap langkah bertumpu pada sumber di atas):

Langkah 1 — Ubah cara membaca kegelisahan.
Jangan langsung menganggapnya penyakit. Naskah 2011 menyebutnya "sinyal positif yang dipancarkan oleh fitrah hati". Duduklah sebentar dan tanyakan: gelisah ini karena ada kesalahan yang belum dibereskan, karena musibah yang belum diterima, atau karena bisikan dan kecemasan yang tidak berpijak?

Langkah 2 — Jika sebabnya kesalahan: taubat nasuha, empat unsurnya.
Berdasarkan naskah 2021: (a) perbanyak istighfar, (b) hadirkan penyesalan, (c) berkomitmen tidak mengulangi, (d) tutup dengan amal saleh berupa infak, sedekah, atau zakat. Bila kesalahan menyangkut hak orang lain, naskah 2012 menambahkan: "jika suatu dosa menyangkut dosa kepada adamiy atau sesama manusia, maka taubat bisa diterima jika ia telah memaafkan" — yaitu menempuh permintaan maaf dan menanggung risikonya.

Langkah 3 — Hidupkan dzikir yang menghadirkan hati, bukan sekadar lisan.
Naskah Kitab Zikir Doa mendefinisikan dzikir sebagai "menghadirkan hati untuk mengingat dan taat kepada Allah yang kemudian disusul dengan ucapan atau perbuatan". Naskah Tanya Jawab Agama 9 Bab 12 Zikir Doa Dan Shalawat membagi tiga: lisan, hati, dan anggota badan, lalu menyimpulkan bahwa zikir dengan ketiga-tiganya "paling utama dan paling sempurna… Itulah yang dapat melahirkan ketenteraman". Praktisnya: lafalkan tasbih, tahmid, tahlil, lalu sambungkan maknanya ke hati, lalu wujudkan dalam perbuatan. Waktunya boleh kapan saja, kecuali tempat-tempat yang dilarang seperti kamar kecil.

Langkah 4 — Tetapkan jadwal istighfar harian, dengan waktu utama.
Ikuti batas yang diberikan naskah 2016: jumlah tidak mengikat, yang penting memperbanyak, dan yang lebih utama adalah waktu sahur atau sepertiga malam terakhir. Jangan berhenti pada angka; jaga kualitasnya (tunduk, sesal, tekad tidak mengulangi).

Langkah 5 — Dirikan shalat dengan khusyuk dan jadikan sabar pasangannya.
Naskah 2018 memberi resep khusyuk: mengenal Allah, mengikhlaskan shalat karena Allah, membaca dengan tartil dan penuh penjiwaan, menganggapnya shalat terakhir, segera kembali bila pikiran melayang, memperhatikan kondisi tubuh dan lingkungan, serta menyingkirkan pengganggu konsentrasi. Untuk kebutuhan mendesak, naskah 2022 menegaskan salat hajat masyru'.

Langkah 6 — Berdoa dengan syarat dan adabnya.
Naskah 2015 merinci syarat doa: beriman dan patuh, banyak istighfar, langsung kepada Allah tanpa perantara, yakin dikabulkan, disertai usaha. Adabnya: mengangkat tangan, memuji Allah dan bershalawat, berdoa dengan tadharru' (merendahkan diri), menutup dengan hamdalah. Pilih waktu mustajab: hari Jumat, saat turun hujan, antara adzan dan iqamah, sepertiga malam terakhir, saat berpuasa, dan saat sujud. Gunakan lafal yang ma'tsur; naskah Kitab Zikir Doa membolehkan bahasa lain untuk doa yang tidak ditemukan lafalnya.

Langkah 7 — Adukan isi dada hanya kepada Allah.
Naskah 2015 membedakan tegas dua hal: mengeluh kepada Allah tidak tercela, bahkan dilakukan para nabi, tetapi "keluhan tersebut hanya dialamatkan kepada Allah semata dan sifatnya intim antara seorang hamba dan Tuhannya. Oleh karena itu mempublikasikannya di media sosial… tidaklah patut dilakukan".

Langkah 8 — Saat yang menimpa adalah musibah: sabar dengan tiga tingkat, lalu syukur dan ridha.
Fikih Kebencanaan merinci: sabar dengan hati berupa kesadaran bahwa yang dihadapi adalah bentuk kasih sayang Allah agar memperbaiki diri; sabar dengan lisan berupa ucapan innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn; sabar dengan perbuatan berupa upaya mengubah keadaan menuju kebaikan. Sabar disebut "bukanlah sikap yang pasif melainkan sikap yang aktif". Bila yang datang justru kelapangan, syukuri.

**Langkah

Sajikan dalam Format
Hari ini, jam 16:54 WIB
lanjutkan

Langkah-langkah penerapan (lanjutan):

Langkah 8 (penyelesaian) — Saat yang menimpa adalah musibah: sabar tiga tingkat, lalu syukur.
Naskah 2018 merinci: sabar dengan hati berupa kesadaran bahwa yang dihadapi adalah bentuk kasih sayang Allah agar memperbaiki diri dan kembali kepada-Nya; sabar dengan lisan berupa ucapan innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn (tarji'); sabar dengan perbuatan berupa "upaya merubah kondisi buruk yang dihadapi sekarang untuk menciptakan kebaikan-kebaikan di masa yang akan datang". Naskah menutup: "sabar bukanlah sikap yang pasif melainkan sikap yang aktif". Bila yang datang justru kelapangan, balas dengan syukur — yang menurut Muḥammad 'Abduh juga dilakukan "dengan hati, secara lisan, dan perbuatan". — Keputusan Tarjih Ke 29 Fikih Kebencanaan Bab Iii Memaknai Bencana

Langkah 9 — Tutup pintu gangguan setan dengan dzikir dan bacaan perlindungan.
Naskah 2025 menyebut gangguan setan "bisa berakibat pada aspek psikis manusia seperti mendatangkan sifat malas, takut, dan cemas". Tujuh senjata yang disebutkan: (1) berhati-hati dan waspada; (2) berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunah; (3) berlindung kepada Allah; (4) menyibukkan diri untuk berdzikir kepada Allah; (5) senantiasa berkumpul dengan orang-orang Muslim; (6) mengetahui cara-cara setan mengganggu manusia; (7) bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Praktik bacaannya: membaca Al-Qur'an; Ayat Kursi sebelum tidur; dua ayat terakhir surah al-Baqarah pada malam hari; surah al-Falaq dan an-Nas; dan doa-doa perlindungan yang dikutip naskah tersebut. — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 1 15 Mei Doa Dan Ayat Pilihan Untuk Mengusir Menangkal Dan Mel

Langkah 10 — Rawat kesehatan ruhaniah dengan delapan kriteria jiwa sehat.
Naskah Tanya Jawab Agama 3 menyebut kesehatan ruhaniah (mental) sangat erat hubungannya dengan iman dan takwa, lalu mendaftar delapan kriteria antara lain: mampu menyesuaikan diri sekalipun kenyataan buruk; puas atas hasil perjuangan; suka memberi daripada meminta; "bebas dari rasa tegang, cemas, dan tidak putus asa yang berkepanjangan"; suka tolong-menolong; menjadikan kekecewaan sebagai pelajaran; mampu meluruskan rasa persaingan menjadi sehat dan konstruktif; serta penuh kasih sayang. Daftar ini praktis menjadi lembar evaluasi diri. — Tanya Jawab Agama 3 Masalah Kesehatan

Langkah 11 — Jangan berhenti pada diri sendiri: tolong orang lain yang sedang kesusahan.
Naskah 2004 mengutip janji Nabi saw. bahwa siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang mukmin di dunia, Allah akan melapangkan satu kesusahan darinya pada hari kiamat. Membantu orang lain memutus lingkaran memikirkan diri sendiri. — Fatwa 08 2004 Dana Infaq Untuk Simpan Pinjam

Langkah 12 — Susun menjadi rutinitas harian (rangkuman praktis saya, seluruh unsurnya bertumpu pada sumber di atas):

  • Sahur/sepertiga malam terakhir — istighfar panjang dengan penyesalan dan tekad, lalu doa dengan tadharru'.
  • Subuh — salat, lalu dzikir lisan dengan hati hadir; membaca doa Bismillāhillażī lā yaḍurru ma'asmihī syaiun fil-arḍi wa lā fis-samāi wa huwas-samī'ul-'alīm tiga kali.
  • Pagi–siang — satu tindakan konkret yang memperbaiki hal yang membuat gelisah (meminta maaf, membayar atau mengembalikan yang bukan hak, membenahi pekerjaan); ini wujud "sabar dengan perbuatan" dan "disertai usaha".
  • Sore — ulangi doa perlindungan tiga kali.
  • Malam — ayat kursi dan dua ayat akhir al-Baqarah sebelum tidur; muhasabah singkat dengan delapan kriteria jiwa sehat; sebelum tidur, adukan isi dada hanya kepada Allah, bukan ke linimasa.

Dalil tambahan:

  • Semua kesedihan dan kegundahan menghapus kesalahan — Keputusan Tarjih Ke 29 Fikih Kebencanaan Bab Iii Memaknai Bencana
    مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلَا نَصَبٍ وَلَا سَقَمٍ وَلَا حَزَنٍ حَتَّى الْهَمِّ يُهَمُّهُ إِلَّا كُفِّرَ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ [رواه مسلم]
    "tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit, kelelahan, penyakit, kesedihan, hingga kegundahan yang dirasakannya kecuali Allah akan menghapus kesalahannya" [HR Muslim].

  • Pertolongan bersama kesabaran — Keputusan Tarjih Ke 29 Fikih Kebencanaan Bab Iii Memaknai Bencana
    وَاعْلَمْ أَنَّ فِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرًا كَثِيرًا، وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا [رواه أحمد عن ابن عباس]
    "Ketahuilah, bahwasanya pada kesabaran terhadap segala yang tidak engkau sukai itu terdapat kebaikan yang banyak. Sungguh, pertolongan itu bersama dengan kesabaran dan jalan keluar itu bersama dengan kesusahan. Bersamaan dengan kesulitan itu ada kemudahan."

  • Keadaan mukmin selalu baik — Keputusan Tarjih Ke 29 Fikih Kebencanaan Bab Iii Memaknai Bencana
    عَجَبًا لِلْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ [رواه مسلم]
    "Menakjubkan peri keadaan orang yang beriman… Apabila ia memperoleh kebaikan ia bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya. Jika ditimpa kesusahan ia sabar, maka ini baik pula baginya" [HR Muslim, dari Shuhaib].

  • Doa berlindung dari empat sifat yang merusak ketenangan — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 1 15 Mei Doa Dan Ayat Pilihan Untuk Mengusir Menangkal Dan Mel
    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ [رواه البخاري]
    "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas, dan berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, dan berlindung kepada-Mu dari sifat pikun dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir" [HR al-Bukhari].

  • Doa saat rasa takut menyergap — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 1 15 Mei Doa Dan Ayat Pilihan Untuk Mengusir Menangkal Dan Mel
    أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُون [رواه أبو داود]
    "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya serta kejahatan para hamba-Nya, dan dari bisikan setan serta kedatangan mereka kepadaku" [HR Abu Dawud].

  • Doa perlindungan anak dan keluarga — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 1 15 Mei Doa Dan Ayat Pilihan Untuk Mengusir Menangkal Dan Mel
    أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ [رواه البخاري]
    "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan segala makhluk berbisa dan dari setiap mata jahat yang mendatangkan petaka" [HR al-Bukhari].

  • Doa memohon rezeki baik dan amal diterima — Fatwa 38 2021 Beasiswa Dan Gaji Dari Kecurangan
    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا [رواه ابن ماجه]
    "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima" [HR Ibnu Majah].

Catatan

  • Arsip yang saya telusuri memuat banyak naskah bertautan, tetapi tidak memuat satu fatwa khusus berjudul "mengobati kegelisahan hati"; karena itu jawaban ini disusun dari naskah-naskah yang membahas bagian-bagiannya. Langkah-langkah bernomor besar adalah rangkuman saya, sedangkan setiap unsurnya berasal dari halaman yang saya tautkan.
  • Naskah 2025 (pertanyaan tentang doa pengusir setan) menyatakan bahwa "memang belum ada fatwa yang secara spesifik membahas" hal yang ditanyakan, lalu menjawab dengan keterangan para ulama dan hadis. Saya sampaikan apa adanya, tanpa mengubahnya menjadi ketetapan hukum baru.
  • Untuk kegelisahan yang berat dan berkepanjangan, bagian arsip yang berhasil saya baca belum memuat ketentuan terperinci tentang penanganan medisnya. Saya belum dapat memastikannya, sehingga tidak menyimpulkan apa pun di luar yang tertulis.

Kesimpulan

  • Kegelisahan hati diperlakukan sebagai sinyal fitrah yang menuntut tindakan, bukan diabaikan: periksa penyebabnya, beresi kesalahan dengan taubat nasuha, hidupkan dzikir dan istighfar yang menghadirkan hati, tegakkan shalat khusyuk, berdoa dengan syarat dan adabnya, adukan isi dada hanya kepada Allah, sabar aktif saat musibah, tutup pintu gangguan dengan bacaan perlindungan, rawat kesehatan ruhaniah, dan tolong orang lain yang kesusahan.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.