ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
bagaimana urutan mandi wajib bagi perempuan yang telah sele…
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 13:03 WIB
bagaimana urutan mandi wajib bagi perempuan yang telah selesai haid?

Pertanyaan

  • Bagaimana urutan mandi wajib bagi perempuan yang telah selesai haid?

Jawaban

  • Dalam HPT, mandi karena lepas haid disebut sejajar dengan mandi janabah dan nifas, dan tata caranya diuraikan satu rangkaian. Teks putusan HPT Jilid 1 Kitab Thaharah menyebut:

    "Apabila kamu berjinabat karena mengeluarkan air mani, atau bertemunya kedua persunatan, atau kamu hendak menghadiri shalat Jum'ah atau kamu baru lepas dari haid atau nifas, maka hendaklah kamu mandi dan mulailah dengan membasuh (mencuci) kedua tanganmu dengan ikhlas niyatmu karena Tuhan Allah lalu basuhlah (cucilah) kemaluanmu dengan tangan kirimu dan gosoklah tanganmu pada tanah atau apa yang menjadi gantinya lalu berwudlulah sebagai yang tersebut di atas; kemudian ambillah air dan masukkanlah jari-jarimu pada pokok rambut… sesudah dilepaskan rambutnya. Dan mulailah pada sisi yang kanan, lalu tuangkan air ke atas kepalamu tiga kali, lalu ratakanlah atas badanmu semuanya, serta digosok, kemudian basuhlah (cucilah) kedua kakimu dengan mendahulukan yang kanan daripada yang kiri, dan janganlah berlebih-lebihan dalam menggunakan air." — Hpt Jilid 1 Kitab Thaharah

  • Urutannya, sesuai naskah tersebut:

    • Niat ikhlas karena Allah.
    • Membasuh kedua tangan.
    • Membasuh kemaluan dengan tangan kiri, lalu menggosok tangan pada tanah atau penggantinya (antara lain sabun).
    • Berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat.
    • Melepas ikatan rambut/sanggul, memasukkan jari pada pokok rambut.
    • Memulai dari sisi kanan, menuangkan air ke atas kepala tiga kali.
    • Meratakan air ke seluruh badan serta digosok.
    • Membasuh kedua kaki dengan mendahulukan yang kanan.
    • Tidak berlebih-lebihan memakai air.
  • Soal melepas sanggul, Tanya Jawab Agama 1 menegaskan: "Cara mandi junub pada prinsipnya sama dengan mandi wajib lainnya, seperti mandi setelah menstruasi." Dasarnya hadis Ibnu Majah dari Aisyah, dan "dapat dijadikan dasar bahwa yang utama mandi janabat bagi wanita itu membuka sanggul ikatan sebagaimana mandi sesudah menstruasi. Tetapi kalau ada kesulitan, maka boleh atau dianggap cukup dengan menyiram rambut kepala tiga kali, kemudian meratakan air ke seluruh badan." — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Wudhu Mandi Wajib Tayamum

  • Kekhususan mandi orang haid juga disebut dalam hadis Asma' yang dikutip HPT: memakai air dan daun bidara, "curahkan atas kepalanya dan gosok dengan sebaik-baiknya, sehingga sampai ke dasar kepalanya, lalu curahkan air lagi dari atasnya, kemudian ambil sepotong kapas (kain yang diberi minyak kesturi), lalu usaplah dengan kain itu" (HR. Muslim). — Hpt Jilid 1 Kitab Thaharah

  • Setelah mandi tidak perlu mengulang wudlu: "Pernah (Nabi saw.) tidak mengambil air wudhu sesudah mandi" (HR. Ahmad, At Tirmidzy, An Nasaiy, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Aisyah). — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Wudhu Mandi Wajib Tayamum

Dalil

  • Kewajiban mandi setelah haid: firman Allah dalam QS. al-Baqarah ayat 222: "Dan janganlah kamu mendekati isteri (yang sedang haid) sehingga bersuci, dan apabila sudah bersuci (mandi)…" serta hadis Aisyah: "Itulah darah penyakit, bukan haid, kalau kau berhaid maka tinggalkanlah shalat dan kalau sudah selesai maka mandilah, lalu shalatlah." (HR. Bukhari). — Kitab Thaharah

  • Hadis tata cara dari Aisyah ra.: "Nabi saw. apabila mandi janabat, memulai membasuh kedua tangannya, kemudian menuangkan bagian-bagian kanannya terus bagian kirinya, lalu mencuci kemaluannya, lalu wudlu seperti wudlu untuk shalat, kemudian mengambil air dan memasukkan jari-jarinya dipangkal rambut sehingga apabila ia merasa bahwa sudah merata ia siramkan air di kepala tiga kali tuangan, lalu meratakan ke seluruh badan, kemudian membasuh kedua kakinya." (HR. Bukhari dan Muslim). — Tanya Jawab Agama 2 Masalah Wudlu Dan Mandi Wajib

  • Hadis Ummu Salamah tentang rambut yang diikat: "Sebenarnya cukup engkau menyiram kepalamu tiga kali barulah engkau menyiram seluruh badanmu" (HR. Al Jamaah, kecuali Bukhari). — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Wudhu Mandi Wajib Tayamum

Catatan (perkembangan lintas tahun):

  • 2003 — Mandi wajib sah dengan air hangat yang dipanaskan, selama tidak kemasukan benda najis; semua air mutlak yang suci dan mensucikan dapat dipakai mandi janabah. — Fatwa 20 A 2003 Mandi Wajib Dengan Air Hangat Dan Cara Tayamum Sm No 01 2004
  • 2013 — Soal waktu: "Nabi saw memerintahkan kepada kaum wanita untuk menyegerakan mandi ketika haid sudah selesai, tidak boleh menunda-nunda", namun "seorang wanita tidak harus segera mandi ketika darah sudah tidak mengalir setiap waktu, pada akhir-akhir masa haid. Ia dapat menunggu sesuai kebiasaan akhir haidnya dan di antara tandanya adalah keluar warna putih. Dan jika warna putih sudah keluar, maka ia harus bersegera mandi." — Fatwa 12 2013 Tentang Masalah Haid
  • 2024 — Berkaitan erat dengan momen setelah mandi suci: perempuan yang selesai haid tidak dibebani qada shalat; ketentuan mengganti shalat setelah haid dinilai "ghairu masyru' (tidak disyariatkan)". — Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 23 1 15 Desember Mengganti Shalat Bagi Perempuan Setelah Haid
  • Tata cara urutan mandi itu sendiri tidak berubah lintas naskah: HPT, Kitab Thaharah, dan Tanya Jawab Agama 1–2 memuat rangkaian yang sama, sejak tahun terawal yang berhasil ditelusuri.
  • Belum semua naskah Tanya Jawab Agama yang menyentuh bab mandi berhasil dibaca penuh dalam penelusuran ini, sehingga rincian sunnah lain di luar urutan di atas belum dapat dipastikan.

Kesimpulan

  • Urutan mandi wajib setelah haid menurut HPT: niat, basuh kedua tangan, basuh kemaluan dengan tangan kiri lalu gosok tangan ke tanah/penggantinya, wudlu seperti wudlu shalat, lepas ikatan rambut dan masukkan jari pada pokok rambut, mulai dari sisi kanan, siram kepala tiga kali, ratakan air ke seluruh badan dengan digosok, lalu basuh kedua kaki mendahulukan yang kanan, tanpa berlebihan memakai air.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.