Pertanyaan
- Tata cara shalat secara lengkap dan detail, dari wudhu sampai salam.
Jawaban
A. BERWUDHU — Kitab Thaharah, Hpt Jilid 1 Kitab Thaharah
- Baca Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm dengan mengikhlaskan niat karena Allah.
- Basuh telapak tangan tiga kali.
- Gosok gigi dengan kayu arak (siwak) atau sesamanya.
- Berkumur dan isap air dari telapak tangan sebelah, lalu kumur lagi — dikerjakan tiga kali; sempurnakan bila tidak sedang berpuasa.
- Basuh muka tiga kali, dengan mengusap dua sudut mata, digosok, dan menyela-nyela janggut.
- Basuh kedua tangan sampai kedua siku tiga kali, digosok, sela-selai jari-jari, dan mulai dari tangan kanan.
- Usap kepala atau ubun-ubun (dan atas surban) dengan menjalankan kedua telapak tangan dari ujung muka kepala hingga tengkuk, lalu dikembalikan.
- Usap kedua telinga: sebelah luarnya dengan dua ibu jari, sebelah dalamnya dengan dua telunjuk.
- Basuh kedua kaki sampai kedua mata kaki tiga kali, sela-selai jari-jari kaki, mulai dari yang kanan, lalu sempurnakan.
- Tutup dengan membaca: Asyhadu allā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhu wa rasūluh.
- Boleh mengusap kedua khuf (sepatu) sebagai pengganti membasuh kedua kaki — tiga hari bagi yang dalam perjalanan dan satu hari bagi yang tidak bepergian, selama tidak dibuka dan dipakai saat kaki dalam keadaan suci.
- Wudhu bertahan selama belum ada sesuatu yang keluar dari salah satu dua jalan, belum menyentuh wanita (setubuh), dan belum menyentuh kemaluan.
B. SHALAT — Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu, Hpt Jilid 1 Kitab Shalat
- 1. Berdiri menghadap kiblat. Kaki sejajar dengan bahu bila tidak ada halangan; pandangan diarahkan ke tempat sujud. Niat dilakukan dengan ikhlas di dalam hati — niat itu bersamaan dengan takbir, bukan sesudahnya Fatwa 28 1998 Antara Niat Dan Takbir Dalam Shalat.
- 2. Takbiratul ihram. Angkat kedua tangan sejajar bahu (atau sejajar telinga), ucapkan Allāhu akbar, lalu letakkan tangan kanan pada punggung telapak tangan kiri di atas dada (sedekap) — sedekap dilakukan sejak sesudah takbiratul ihram sampai sebelum rukuk Fatwa 25 2013 Hukum Memakan Makanan Acara Kematian Buang Air Hadap Kiblat Sedeka.
- 3. Doa iftitah, antara lain Allāhumma bā‘id bainī wa baina khaṭāyāya... atau Wajjahtu wajhiya lilladzī faṭaras-samāwāti wal-arḍ... Hukumnya sunah dan berlaku untuk seluruh jenis shalat Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 22 16 30 November Doa Iftitah Dalam Shalat Idul Fitri.
- 4. Ta‘awudz — A‘ūdzu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.
- 5. Basmalah, dibaca sebelum al-Fatihah pada setiap rakaat. Boleh jahar dan boleh sir.
- 6. Al-Fatihah, lalu āmīn. Membaca al-Fatihah wajib, baik shalat sendirian maupun sebagai makmum.
- 7. Surah atau ayat al-Qur’an pada rakaat pertama dan kedua, dengan memperhatikan artinya dan dibaca perlahan (tartil). Rakaat pertama lebih panjang daripada rakaat kedua. Bacaan imam sir (pelan) pada Zuhur dan Asar; jahar (keras) pada Magrib, Isya, Subuh, Jumat, Idain, Kusuf, tarawih, dan Istisqa.
- 8. Rukuk. Angkat kedua tangan seperti takbir permulaan, bertakbir, lalu rukuk dengan melempangkan (meratakan) punggung dengan leher, memegang kedua lutut dengan kedua tangan, dan tumakninah. Bacaan: Subḥānakallāhumma rabbanā wa biḥamdika allāhummaḥfirlī, atau Subḥāna rabbiyal-‘aẓīm, atau Subbūḥun quddūsun rabbul-malā’ikati war-rūḥ. Boleh dibaca lebih dari satu kali, tidak berlebihan Fatwa 36 Bacaan Tasbih Rukuk Sujud.
- 9. Iktidal. Angkat kepala dan kedua tangan, ucapkan Sami‘allāhu liman ḥamidah, lalu setelah tegak lurus: Rabbanā wa lakal-ḥamdu. Alternatifnya: Allāhumma rabbanā lakal-ḥamdu mil’as-samāwāti wa mil’al-arḍi wa mil’a mā syi’ta min syai’in ba‘du, atau Rabbanā wa lakal-ḥamdu ḥamdan kaṡīran ṭayyiban mubārakan fīh.
- 10. Sujud pertama. Takbir tanpa mengangkat tangan, lalu: letakkan kedua lutut di tempat sujud dan tegakkan telapak kaki dengan menekukkan jari-jari ke arah kiblat; letakkan kedua tangan, dahi, dan hidung; renggangkan tangan dari lambung, angkat kedua siku, telapak tangan sejajar bahu, jari-jari rapat tidak digenggam. Bacaan: Subḥānakallāhumma rabbanā wa biḥamdika allāhummaḥfirlī atau Subḥāna rabbiyal-a‘lā.
- 11. Duduk antara dua sujud. Ada dua cara yang berdasar hadis: duduk iftirasy (menghamparkan kaki kiri dan menegakkan telapak kaki kanan dengan jari-jari ke kiblat) dan duduk simpuh di atas kedua telapak kaki Fatwa 26 1999 Mengangkat Tangan Takbir Rakaat Ketiga Dan Cara Duduk Antara Dua S. Bacaannya: Allāhummagfirlī warḥamnī wajburnī wahdinī warzuqnī.
- 12. Sujud kedua, dengan takbir dan bacaan seperti sujud pertama.
- 13. Bangkit ke rakaat kedua sambil bertakbir (tanpa mengangkat tangan) dan menekankan tangan pada tempat shalat. Rakaat kedua dikerjakan seperti rakaat pertama, hanya tanpa doa iftitah.
- 14. Tasyahud awal (untuk shalat tiga dan empat rakaat): duduk iftirasy, kedua telapak tangan di atas lutut, jari-jari tangan kiri dihamparkan, jari kelingking–manis–tengah tangan kanan digenggam, ibu jari menyentuh jari tengah, jari telunjuk diacungkan saat mulai membaca tasyahud. Bacaannya: At-taḥiyyātu lillāhi waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt..., kemudian salawat kepada Nabi, lalu berdoa.
- 15. Berdiri ke rakaat ketiga: bertakbir dengan mengangkat kedua tangan — ini khusus pada shalat yang memiliki tahiyat awal (Zuhur, Asar, Magrib, Isya). Pada shalat yang tidak bertahiyat awal, seperti tahajud, hanya bertakbir tanpa mengangkat tangan Fatwa 26 1999 Mengangkat Tangan Takbir Rakaat Ketiga Dan Cara Duduk Antara Dua S.
- 16. Rakaat ketiga dan keempat: baca ta‘awudz, basmalah, dan al-Fatihah saja — tidak membaca surah/ayat. Sebelum berdiri ke rakaat keempat didahului duduk istirahat (julūs al-istirāḥah) dengan takbir tanpa mengangkat tangan, kemudian seluruh gerakan dan bacaan seperti rakaat sebelumnya. Mengangkat tangan dalam shalat ada pada empat tempat: takbiratul ihram, hendak rukuk, bangkit dari rukuk, dan berdiri dari tasyahud awal ke rakaat ketiga.
- 17. Tasyahud akhir: duduk tawarruk (kaki kiri dimajukan, kaki kanan ditegakkan, duduk pada bagian kiri pantat), tangan di atas lutut dengan isyarat telunjuk, membaca tasyahud, salawat Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad..., lalu doa perlindungan: Allāhumma innī a‘ūdzu bika min ‘adzābi jahannam, wa min ‘adzābil-qabri, wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāti, wa min syarri fitnatil-masīḥid-dajjāl.
- 18. Salam dua kali, memalingkan muka ke kanan lalu ke kiri sampai terlihat pipi, dengan salah satu dari dua lafal yang keduanya sah: as-salāmu ‘alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh atau as-salāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh Keputusan Tarjih Ke 27 Beberapa Masalah Ibadat Dan Muamalat Bab I Ucapan Salam P.
Dalil
- QS al-Mā’idah (5): 6 — يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ — “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan shalat, basuhlah mukamu, tanganmu sampai ke siku, usaplah kepalamu dan cucilah kakimu sampai kedua mata kaki.” — Kitab Thaharah
- Hadis: مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الْوُضُوءُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ — “Kunci pembuka shalat itu wudhu, permulaannya takbir, dan penghabisannya salam.” [HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi] — Fatwa 28 1998 Antara Niat Dan Takbir Dalam Shalat
- Hadis: صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي — “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.” [HR al-Bukhari] — Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu
- Hadis Hudzaifah: ...فَكَانَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَفِي سُجُودِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى [HR Muslim] — Fatwa 36 Bacaan Tasbih Rukuk Sujud
- Hadis Ibnu Mas‘ud tentang tasyahud: ...التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ... [HR al-Bukhari dan Muslim] — Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu
- Hadis Wā’il Ibn Ḥujr tentang salam ke kanan dan ke kiri — Keputusan Tarjih Ke 27 Beberapa Masalah Ibadat Dan Muamalat Bab I Ucapan Salam P
Catatan (perkembangan lintas tahun):
- Rentang naskah yang dibaca: putusan HPT (Kitab Thaharah dan Kitab Shalat), lalu fatwa 1998, 1999, 2009, 2010, 2013, 2018, dan 2024. Sebagian besar tata cara di atas konsisten sejak naskah HPT terawal.
- Yang berkembang adalah soal duduk tasyahud akhir pada shalat dua rakaat. Naskah HPT lama menyebut duduk pada rakaat kedua dengan duduk di atas kaki kiri. Fatwa 2010 Fatwa 12 2010 Cara Duduk Dalam Shalat 2 Rakaat dan Fatwa 2013 Fatwa 25 2013 Hukum Memakan Makanan Acara Kematian Buang Air Hadap Kiblat Sedeka kemudian menyimpulkan bahwa setiap duduk tasyahud akhir yang padanya ada salam adalah tawarruk, baik shalat empat, tiga, dua, maupun satu rakaat. Naskah tuntunan salat lima waktu menyatakan pendapat tawarruk itulah yang rajih (kuat).
- Naskah 1999 menambahkan bahwa duduk antara dua sujud boleh dengan iftirasy atau simpuh, keduanya berdasar hadis.
- Naskah 2013 menegaskan sedekap tidak dilakukan ketika iktidal; tangan kembali pada posisi tulangnya masing-masing.
- Naskah 2009 menegaskan jumlah tasbih rukuk dan sujud tidak dibatasi satu kali.
- Untuk bacaan-bacaan yang panjang (doa iftitah, tasyahud, salawat, doa perlindungan), arsip memuat lafal transliterasi beserta artinya pada Hpt Jilid 1 Kitab Shalat; teks Arab lengkap seluruh lafal tidak semuanya termuat dalam naskah.
Kesimpulan
- Shalat dimulai dari bersuci dengan wudhu, lalu berdiri menghadap kiblat dan berniat ikhlas bersamaan takbiratul ihram, lalu doa iftitah, ta‘awudz, basmalah, al-Fatihah, surah pada dua rakaat pertama, rukuk, iktidal, dua sujud dengan duduk di antaranya, tasyahud awal bagi shalat tiga–empat rakaat, al-Fatihah saja pada rakaat ketiga–keempat, tasyahud akhir dengan duduk tawarruk, dan ditutup dua kali salam.
Sumber
- Kitab Thaharah · Hpt Jilid 1 Kitab Thaharah
- Hpt Jilid 1 Kitab Shalat · Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib · Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu
- Fatwa 28 1998 Antara Niat Dan Takbir Dalam Shalat (1998) · Fatwa 26 1999 Mengangkat Tangan Takbir Rakaat Ketiga Dan Cara Duduk Antara Dua S (1999) · Fatwa 36 Bacaan Tasbih Rukuk Sujud (2009) · Fatwa 12 2010 Cara Duduk Dalam Shalat 2 Rakaat (2010) · Fatwa 25 2013 Hukum Memakan Makanan Acara Kematian Buang Air Hadap Kiblat Sedeka (2013) · Keputusan Tarjih Ke 27 Beberapa Masalah Ibadat Dan Muamalat Bab I Ucapan Salam P · Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 22 16 30 November Doa Iftitah Dalam Shalat Idul Fitri (2024)
Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.