Pertanyaan
Apakah Rasulullah saw. keliru karena shalat tarawih sebelas rakaat?
Jawaban
-
Tidak. Justru sebaliknya: dalam arsip Tarjih, sebelas rakaat dengan witirnya adalah tuntunan Nabi saw. yang dipegang Muhammadiyah, dan bukan sebelas rakaat yang dipersoalkan kualitas dalilnya. Yang dinilai lemah dalilnya oleh Tim Fatwa ialah riwayat-riwayat tentang tarawih 23 rakaat, sebagaimana dinyatakan dalam Tanya Jawab Agama 9:
"Mengenai shalat tarawih 23 rakaat, sekalipun sudah begitu memasyarakat, kami belum menemukan tuntunan dari Rasulullah saw.. Shalat tarawih menurut tuntunan Nabi saw. adalah hanya dikerjakan 11 dengan witirnya... Sepanjang penelitian Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, hadis-hadis yang menerangkan tentang shalat tarawih 23 rakaat adalah lemah atau daif." — Tanya Jawab Agama 9 Bab 6 Tarawih
-
Hadis pokoknya adalah riwayat 'Aisyah r.a. yang dipakai HPT, dan sejak awal dijadikan pegangan: "dan sembahyanglah Tarawih (shalat malam) sebelas raka'at" (Kitab Shiyam Bagian 05 Sahur Buka Amal Utama).
Dalil
🔹
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا.
"Beliau salat (sunah qiyamul-lail) pada bulan Ramadan dan bulan-bulan lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat... kemudian beliau salat lagi empat rakaat... kemudian beliau salat tiga rakaat" [H.R. al-Bukhari dan Muslim] — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih
-
Formasi lain yang juga berdasar hadis: dua rakaat salam lalu witir satu rakaat:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مَا بَيْنَ الْعِشَاءِ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ.
"Sesungguhnya Rasulullah saw. melakukan salat antara Isyak dan Subuh sebanyak sebelas rakaat. Beliau mengucapkan salam pada setiap dua rakaat dan melakukan witir dengan satu rakaat" [H.R. ad-Darimi No. 1538] — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih
-
Ini juga ditegaskan ketika hadis tarawih delapan rakaat dituduh matruk (ditinggalkan, semi palsu) oleh pihak lain: "Shalat Tarawih delapan rakaat rujukannya adalah hadis dari 'Aisyah r.a. yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim... Hadis tersebut sangat-sangat kuat, tidak ada dalam sanadnya perawi yang lemah" (Fatwa 12 A 2003 Hadits Shalat Tarawih, Fatwa 12.A/2003).
Perkembangan lintas tahun:
- Tanya Jawab Agama 1 — dijelaskan sebab perbedaan pendapat: hadis tentang Nabi shalat malam di bulan Ramadan tidak menyebut jumlah rakaat, lalu dikemukakan dalil pihak yang menetapkan 23 rakaat (riwayat Malik dan al-Baihaqi) maupun yang mengikuti bilangan shalat lail di luar Ramadan (Tanya Jawab Agama 1 Masalah Shalat Sunat).
- Tanya Jawab Agama 3 — mengutip HPT halaman 341 dan menyebut ragam cara shalat lail yang semuanya sah menurut hadis, dengan catatan jumlah keseluruhannya gasal; cara yang umum diamalkan Muhammadiyah: dua-dua-dua-dua-tiga atau empat-empat-tiga (Tanya Jawab Agama 3 Masalah Shalat Sunat).
- Fatwa 12.A/2003 — mempertahankan kualitas hadis 'Aisyah yang sangat kuat, sekaligus menyatakan pendapat yang menyebutnya lemah "tidak benar" (Fatwa 12 A 2003 Hadits Shalat Tarawih).
- Fatwa 16/2010 — menegaskan shalat tarawih empat rakaat sekali salam tidak bermasalah dari sisi matan maupun sanad; "jumlah raka'at shalat tarawih empat raka'at salam dan dua raka'at salam merupakan tanawu' (keanekaragaman) dalam beribadah, sehingga keduanya dapat diamalkan" (Fatwa 16 2010 Salat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam Batal).
- Fatwa 13/2022 — "Rasulullah saw tidak pernah menambah rakaat salat malam melebihi dari sebelas rakaat, baik di bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan", dengan tata cara empat rakaat salam, empat rakaat salam, ditutup witir tiga rakaat, atau dua rakaat salam sampai sepuluh lalu witir satu rakaat (Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih).
- Tanya Jawab Agama 2026 — menegaskan formasi tarawih menurut putusan dan fatwa Tarjih adalah 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1, dikerjakan tanpa tahiyat awal dan bacaan dijaharkan (Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa).
Jadi arahnya konsisten sejak HPT hingga fatwa terbaru: sebelas rakaat bukan kekeliruan, melainkan yang diittiba' dari Nabi saw.; yang dianggap lemah dalilnya justru riwayat 23 rakaat, sementara bentuk 8+3 dan 4-4-3 dipandang sebagai tanawu' yang keduanya boleh diamalkan.
Catatan
- Pertanyaan "salah atau tidak" bukan kategori yang dipakai naskah-naskah ini terhadap amalan Nabi saw.; naskah berbicara tentang kualitas hadis dan tarjih (penetapan mana yang dipegang). Perlu juga dicatat bahwa sebagian naskah yang dikutip masih berstatus "under-review" di arsip, sehingga bila ada naskah lain yang belum berhasil saya telusuri, penyempurnaan masih mungkin dilakukan.
Kesimpulan
- Tidak ada dasar dalam khazanah Tarjih untuk menyatakan tarawih sebelas rakaat itu keliru. Sebelas rakaat justru posisi yang dipegang Muhammadiyah berdasarkan hadis 'Aisyah r.a. yang sahih, dengan formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1.
Sumber
- Tanya Jawab Agama 1 Masalah Shalat Sunat (Tanya Jawab Agama 1)
- Tanya Jawab Agama 3 Masalah Shalat Sunat (Tanya Jawab Agama 3)
- Fatwa 12 A 2003 Hadits Shalat Tarawih (Fatwa 12.A/2003)
- Tanya Jawab Agama 9 Bab 6 Tarawih (Tanya Jawab Agama 9, SM No. 03/2007 dan No. 24/2005)
- Fatwa 16 2010 Salat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam Batal (Fatwa 16/2010)
- Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih (Fatwa 13/2022)
- Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa (2026)
Wallahu a'lam bish-shawab.