ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
apakah rasulullah salah tarawih 11 rakaat
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 10:49 WIB
apakah rasulullah salah tarawih 11 rakaat

Pertanyaan

Apakah Rasulullah saw. keliru karena shalat tarawih sebelas rakaat?

Jawaban

  • Tidak. Justru sebaliknya: dalam arsip Tarjih, sebelas rakaat dengan witirnya adalah tuntunan Nabi saw. yang dipegang Muhammadiyah, dan bukan sebelas rakaat yang dipersoalkan kualitas dalilnya. Yang dinilai lemah dalilnya oleh Tim Fatwa ialah riwayat-riwayat tentang tarawih 23 rakaat, sebagaimana dinyatakan dalam Tanya Jawab Agama 9:

    "Mengenai shalat tarawih 23 rakaat, sekalipun sudah begitu memasyarakat, kami belum menemukan tuntunan dari Rasulullah saw.. Shalat tarawih menurut tuntunan Nabi saw. adalah hanya dikerjakan 11 dengan witirnya... Sepanjang penelitian Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, hadis-hadis yang menerangkan tentang shalat tarawih 23 rakaat adalah lemah atau daif." — Tanya Jawab Agama 9 Bab 6 Tarawih

  • Hadis pokoknya adalah riwayat 'Aisyah r.a. yang dipakai HPT, dan sejak awal dijadikan pegangan: "dan sembahyanglah Tarawih (shalat malam) sebelas raka'at" (Kitab Shiyam Bagian 05 Sahur Buka Amal Utama).

Dalil

🔹

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا.

"Beliau salat (sunah qiyamul-lail) pada bulan Ramadan dan bulan-bulan lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat... kemudian beliau salat lagi empat rakaat... kemudian beliau salat tiga rakaat" [H.R. al-Bukhari dan Muslim] — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih

  • Formasi lain yang juga berdasar hadis: dua rakaat salam lalu witir satu rakaat:

    عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مَا بَيْنَ الْعِشَاءِ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ.

    "Sesungguhnya Rasulullah saw. melakukan salat antara Isyak dan Subuh sebanyak sebelas rakaat. Beliau mengucapkan salam pada setiap dua rakaat dan melakukan witir dengan satu rakaat" [H.R. ad-Darimi No. 1538] — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih

  • Ini juga ditegaskan ketika hadis tarawih delapan rakaat dituduh matruk (ditinggalkan, semi palsu) oleh pihak lain: "Shalat Tarawih delapan rakaat rujukannya adalah hadis dari 'Aisyah r.a. yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim... Hadis tersebut sangat-sangat kuat, tidak ada dalam sanadnya perawi yang lemah" (Fatwa 12 A 2003 Hadits Shalat Tarawih, Fatwa 12.A/2003).

Perkembangan lintas tahun:

  • Tanya Jawab Agama 1 — dijelaskan sebab perbedaan pendapat: hadis tentang Nabi shalat malam di bulan Ramadan tidak menyebut jumlah rakaat, lalu dikemukakan dalil pihak yang menetapkan 23 rakaat (riwayat Malik dan al-Baihaqi) maupun yang mengikuti bilangan shalat lail di luar Ramadan (Tanya Jawab Agama 1 Masalah Shalat Sunat).
  • Tanya Jawab Agama 3 — mengutip HPT halaman 341 dan menyebut ragam cara shalat lail yang semuanya sah menurut hadis, dengan catatan jumlah keseluruhannya gasal; cara yang umum diamalkan Muhammadiyah: dua-dua-dua-dua-tiga atau empat-empat-tiga (Tanya Jawab Agama 3 Masalah Shalat Sunat).
  • Fatwa 12.A/2003 — mempertahankan kualitas hadis 'Aisyah yang sangat kuat, sekaligus menyatakan pendapat yang menyebutnya lemah "tidak benar" (Fatwa 12 A 2003 Hadits Shalat Tarawih).
  • Fatwa 16/2010 — menegaskan shalat tarawih empat rakaat sekali salam tidak bermasalah dari sisi matan maupun sanad; "jumlah raka'at shalat tarawih empat raka'at salam dan dua raka'at salam merupakan tanawu' (keanekaragaman) dalam beribadah, sehingga keduanya dapat diamalkan" (Fatwa 16 2010 Salat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam Batal).
  • Fatwa 13/2022 — "Rasulullah saw tidak pernah menambah rakaat salat malam melebihi dari sebelas rakaat, baik di bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan", dengan tata cara empat rakaat salam, empat rakaat salam, ditutup witir tiga rakaat, atau dua rakaat salam sampai sepuluh lalu witir satu rakaat (Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih).
  • Tanya Jawab Agama 2026 — menegaskan formasi tarawih menurut putusan dan fatwa Tarjih adalah 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1, dikerjakan tanpa tahiyat awal dan bacaan dijaharkan (Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa).

Jadi arahnya konsisten sejak HPT hingga fatwa terbaru: sebelas rakaat bukan kekeliruan, melainkan yang diittiba' dari Nabi saw.; yang dianggap lemah dalilnya justru riwayat 23 rakaat, sementara bentuk 8+3 dan 4-4-3 dipandang sebagai tanawu' yang keduanya boleh diamalkan.

Catatan

  • Pertanyaan "salah atau tidak" bukan kategori yang dipakai naskah-naskah ini terhadap amalan Nabi saw.; naskah berbicara tentang kualitas hadis dan tarjih (penetapan mana yang dipegang). Perlu juga dicatat bahwa sebagian naskah yang dikutip masih berstatus "under-review" di arsip, sehingga bila ada naskah lain yang belum berhasil saya telusuri, penyempurnaan masih mungkin dilakukan.

Kesimpulan

  • Tidak ada dasar dalam khazanah Tarjih untuk menyatakan tarawih sebelas rakaat itu keliru. Sebelas rakaat justru posisi yang dipegang Muhammadiyah berdasarkan hadis 'Aisyah r.a. yang sahih, dengan formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format
Hari ini, jam 10:52 WIB
saya hanya typo maksud saya salat bukan salah

Pertanyaan

Apakah Rasulullah saw. melaksanakan shalat tarawih sebelas rakaat? (mohon maaf, saya membetulkan sendiri: "salat", bukan "salah".)

Jawaban

  • Ya. Menurut naskah-naskah Tarjih, shalat malam Nabi saw. di bulan Ramadan — yang kemudian disebut tarawih — tidak lebih dari sebelas rakaat termasuk witirnya. Fatwa 13/2022 menyatakan: "Rasulullah saw tidak pernah menambah rakaat salat malam melebihi dari sebelas rakaat, baik di bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan" — dengan tata cara empat rakaat salam, empat rakaat salam, ditutup witir tiga rakaat (Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih).

  • Tanya Jawab Agama 9 menegaskan hal yang sama: "Shalat tarawih menurut tuntunan Nabi saw. adalah sebelas rakaat dengan witirnya, dikerjakan empat rakaat lalu salam tanpa tahiyat awal, kemudian empat rakaat lalu salam, dan ditutup dengan shalat witir tiga rakaat lalu salam" (Tanya Jawab Agama 9 Bab 6 Tarawih).

  • Satu catatan istilah yang penting, dan ini disebut sendiri oleh naskah Tarjih: "istilah tarawih belum dikenal pada zaman Rasulullah saw. Pada masa itu istilah yang digunakan adalah qiyamu Ramadan atau salat malam di bulan Ramadan. Istilah tarawih baru muncul setelah masa Rasulullah, kurang lebih pada abad ke-4 atau ke-5 Hijriah" (Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih). Jadi yang Beliau kerjakan adalah qiyamu Ramadan sebelas rakaat, dan itulah yang kini kita sebut tarawih.

Dalil

🔹

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا.

"Beliau salat (sunah qiyamul-lail) pada bulan Ramadan dan bulan-bulan lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya, kemudian beliau salat lagi empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya kemudian beliau salat tiga rakaat" [H.R. al-Bukhari Nomor 3304] — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih

  • Formasi dua-dua:

    عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مَا بَيْنَ الْعِشَاءِ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ.

    "Rasulullah saw melakukan salat antara Isyak dan Subuh sebanyak sebelas rakaat. Beliau mengucapkan salam pada setiap dua rakaat dan melakukan witir dengan satu rakaat" [H.R ad-Darimi Nomor 1538] — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih

  • Kualitas hadis 'Aisyah ini ditegaskan sangat kuat: "Shalat Tarawih delapan rakaat rujukannya adalah hadis dari 'Aisyah r.a. yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim, Abu Awanah, Abu Dawud, At-Tirmizi, An-Nasa'i, Malik, Ahmad dan Baihaqi. Hadis tersebut sangat-sangat kuat, tidak ada dalam sanadnya perawi yang lemah" (Fatwa 12.A/2003, Fatwa 12 A 2003 Hadits Shalat Tarawih).

Perkembangan lintas tahun:

Arahnya konsisten dari HPT hingga fatwa terbaru: sebelas rakaat, dengan witir termasuk di dalamnya.

Catatan

  • Halaman 2026 juga mengutip hadis Zaid bin Khalid al-Juhhani yang berakhir dengan "Demikianlah (shalat) tiga belas rakaat" [H.R. Muslim], dan tetap merumuskan formasi Tarjih sebagai 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1. Saya sampaikan apa adanya tanpa menambahkan penafsiran sendiri atas selisih bilangan itu. Bila ada naskah lain yang belum berhasil saya telusuri, penyempurnaan masih terbuka.

Kesimpulan

  • Benar: Rasulullah saw. melaksanakan shalat malam Ramadan (qiyamu Ramadan/tarawih) sebelas rakaat termasuk witirnya, dengan formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1. Itulah yang dipegang Muhammadiyah.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format
Hari ini, jam 10:53 WIB
bacaan tahiyat awal yang benar

Pertanyaan

Bagaimana bacaan tahiyat awal yang benar menurut khazanah Tarjih?

Jawaban

  • Bacaan tahiyat awal sama dengan bacaan tahiyat akhir; yang berbeda hanyalah doa setelah shalawat. Tanya Jawab Agama 4 menulis: "bahwa bacaan dalam duduk tahiyyat awal dan akhir itu pada pokoknya sama. Hanya saja sesudah bacaan shalawat, bacaan doa antara tahiyyat awal dan akhir berbeda" — dan "Sampai sejauh ini kami belum menemukan secara khusus petunjuk atau tuntunan Rasulullah saw yang menjelaskan tentang adanya perbedaan bacaan tasyahud antara tasyahud awal dan tasyahud akhir" (Tanya Jawab Agama 4 Masalah Bacaan Dalam Shalat). Hal yang sama ditegaskan Tanya Jawab Agama 1: "Bacaan dalam duduk tahiyyat awal dan akhir pada pokoknya sama" (Tanya Jawab Agama 1 Masalah Bersedekap Sujud Dan Bacaan Tahiyyat).

  • Urutan bacaan pada duduk tahiyat awal, sesuai Tuntunan Salat Lima Waktu: "Saat duduk tasyahud awal dalam salat tiga atau empat rakaat, bacalah doa tasyahud awal seperti doa tasyahud akhir... setelah itu lanjutkan membaca selawat kepada Nabi saw seperti selawat yang dibaca pada duduk tasyahud akhir", lalu "dianjurkan membaca doa-doa pilihan" (Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu).

  • Duduknya iftirasy: "Duduk tasyahud awal dilakukan seperti duduk antara dua sujud, yakni duduk iftirasy... jari telunjuk diacungkan pada saat memulai membaca doa tasyahud (at-taḥiyyātu lillāh dan seterusnya)" (Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu).

  • Lafal salam kepada Nabi tidak diganti: "Bacaan salam kepada Nabi Muhammad saw dalam tasyahud itu seperti yang diajarkan Nabi Muhammad saw adalah: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ... jadi bukan: اَلسَّلاَمُ عَلَي النَّبِيِّ..." (Fatwa 05/2007, Fatwa 05 Salam Tasyahud Dan Habbas Sauda).

  • Lafal "sayyidina" tidak dipakai: "Penggunaan lafal 'sayyidina' dalam tasyahud tidak diajarkan oleh Nabi saw" (Fatwa 64/1998, Fatwa 64 1998 Membaca Tahlil Sayyidina Tasyahud Mengirim Pahala Puasa).

Dalil

  • Bacaan tasyahud (redaksi yang dimuat dalam Tuntunan Salat Lima Waktu, dari hadis 'Abdullah/Ibnu Mas'ud):

    اﻟﺗﱠﺣِﯾﱠﺎتُ لِلَّهِ وَاﻟﺻﱠﻠَوَاتُ وَاﻟطﱠﯾِّﺑَﺎتُ اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﯾْكَ أَﯾﱡﮭَﺎ اﻟﻧﱠﺑِﻲﱡ وَرَﺣْﻣَﺔُ اﻟﻠَّﻪِ وَﺑَرَﻛَﺎﺗُﮫُ اﻟﺳﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﯾْﻧَﺎ وَﻋَﻠَﻰ ﻋِﺑَﺎدِ اﻟﻠَّﻪِ اﻟﺻﱠﺎﻟِﺣِﯾنَ أَﺷْﮭَدُ أَنْ ﻻَ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ اﻟﻠَّﻪُ وَأَﺷْﮭَدُ أَنﱠ ﻣُﺣَﻣﱠدًا ﻋَﺑْدُهُ وَرَﺳُوﻟُﮫُ وَﻟْﯾَﺗَﺧَﯾﱠرْ أَﺣَدُﻛُمْ ﻣِنْ اﻟدﱡﻋَﺎءِ أَﻋْﺟَﺑَﮫُ إِﻟَﯾْﮫِ ﻓَﻠْﯾَدْعُ اﻟﻠَّﻪَ ﻋَزﱠ وَﺟَﻠﱠ [رواه اﻟﻧﺳﺎﺋﻲ و أﺣﻣد] — Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu

  • Selawat setelah tasyahud:

    اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﺻَلِّ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ وَﻋَﻠَﻰ آلِ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ ﻛَﻣَﺎ ﺻَﻠﱠﯾْتَ ﻋَﻠَﻰ إِﺑْرَاھِﯾمَ وَآلِ إِﺑْرَاھِﯾْمَ وَﺑَﺎرِكْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ وَ آلِ ﻣُﺣَﻣﱠدٍ ﻛَﻣَﺎ ﺑَﺎرَﻛْتَ ﻋَﻠَﻰ إِﺑْرَاھِﯾمَ وَآلِ إِﺑْرَاھِﯾْمَ إِﻧﱠكَ ﺣَﻣِﯾدٌ ﻣَﺟِﯾدٌ — Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu

  • Redaksi HPT (Cara Shalat Wajib) menyatukan tasyahud, selawat, lalu doa singkat:

"attahiyyatu lillahi washshalawatu waththayyibat, assalamualaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Assalamualaina wa 'ala 'ibadillhis-shalihin. Asyhadu alla ilaha-illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh... Lalu bacalah shalawat pada Nabi... Kemudian berdoalah kepada Tuhanmu, sekehendak hatimu yang lebih pendek daripada do'a dalam tasyahud akhir" — Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib

  • Dari Ibnu 'Abbas (riwayat Muslim), redaksi lain yang juga dituntunkan: "At-tahiyyatul-mubarakatus shalawatut-thayyibatulillah assalamu'alaika ayyuhan Nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh, assalamu'alaina wa'ala 'ibadillahish-shalihin. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuluh" — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Bacaan Dalam Shalat

Perkembangan dan penegasan lintas naskah:

Catatan

  • Ada dua penekanan yang tidak sepenuhnya identik dan saya sampaikan apa adanya: Fatwa 17/1999 membatasi tasyahud awal "sampai pada innaka hamidun majid" (yakni sampai selawat), sedangkan Tanya Jawab Agama 1 menyebut adanya doa setelah salawat pada tahiyat pertama, dan HPT menyebut doa "sekehendak hati" yang lebih pendek daripada doa tasyahud akhir. Doa Allahumma inni dzalamtu nafsii... pada Tanya Jawab Agama 1 termuat dalam bentuk transliterasi pada halaman tersebut, tanpa teks Arab lengkap, sehingga saya tidak menuliskannya dalam huruf Arab. Halaman Tanya Jawab Agama 1 dan 4 berstatus "under-review" di arsip; bila ada naskah lain yang belum berhasil saya telusuri, penyempurnaan masih terbuka.

Kesimpulan

  • Bacaan tahiyat awal yang benar: duduk iftirasy, telunjuk diacungkan sejak awal bacaan tasyahud, lalu membaca at-tahiyyātu lillāhi wash-shalawātu wath-thayyibāt... sampai syahadat — sama dengan tahiyat akhir — dilanjutkan selawat Ibrāhīmiyyah, lalu (menurut HPT dan Tanya Jawab Agama 1) doa singkat; tanpa penambahan lafal "sayyidina", dan dengan tetap memakai lafal "assalāmu 'alaika ayyuhan nabiyyu".

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format
Hari ini, jam 10:58 WIB
coba buatkan saya file. tata cara shalat dan bacaan shalat yang benar.. dalam arab dan latin oh iya, maksud saya bacaan yang terbaik.. dan kapan waktu yang tepat untuk berdoa didalam shalat

Pertanyaan

Minta disusun naskah tata cara shalat dan bacaan-bacaannya yang terbaik, dalam tulisan Arab dan Latin, serta kapan waktu yang tepat berdoa di dalam shalat.

Jawaban

  • Soal "file": saya tidak membuat berkas; naskahnya saya sajikan utuh di sini supaya bisa Anda salin sendiri. Seluruh isi di bawah diambil dari halaman arsip Tarjih, bukan dari susunan saya sendiri.

A. Urutan gerakan (HPT, Kitab Shalat — Cara Shalat Wajib, dan Tuntunan Salat Lima Waktu)

  1. Berdiri menghadap kiblat, takbiratul ihram dengan niyat ikhlas karena Allah, mengangkat kedua tangan sejurus bahu, ibu jari sejajar daun telinga, lalu meletakkan tangan kanan pada punggung telapak tangan kiri di atas dada (Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib).
  2. Doa iftitah dibaca sir (lirih), hanya pada rakaat pertama (Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu).
  3. Ta'awwudz, lalu basmalah, lalu al-Fatihah, lalu surat/ayat. Basmalah dibaca pada setiap rakaat; membaca jahar atau sir keduanya boleh (Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu).
  4. Rukuk dengan tumakninah → i'tidal → sujud pertama → duduk antara dua sujud → sujud kedua. Pada rakaat kedua dan seterusnya sama, hanya tanpa doa iftitah. Pada rakaat ketiga dan keempat cukup al-Fatihah, tanpa surat (Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu).
  5. Tasyahud awal (salat tiga/empat rakaat): duduk iftirasy, jari telunjuk diacungkan sejak mulai membaca tasyahud. Tasyahud akhir: duduk tawaruk (Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu).
  6. Salam dua kali, menoleh kanan dan kiri hingga pipi terlihat dari belakang (Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu).
  7. Mengangkat tangan hanya pada empat tempat: takbiratul ihram, hendak rukuk, bangkit dari rukuk, dan berdiri dari tasyahud awal ke rakaat ketiga (Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu).
  8. "Tidak ada perbedaan antara pria dan wanita dalam cara melakukan shalat" (Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib).
  9. Bacaan imam jahar pada Magrib, Isya, Subuh, Jumat, Idain, Kusuf, tarawih, dan Istisqa; sir pada Zuhur dan Asar (Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu).

B. Bacaan per gerakan

1) Takbir — اَللهُ أَكْبَرُ — Allāhu akbar.

2) Doa iftitah (pilihan pertama, dipilih Tarjih):

اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ.

Allāhumma bā‘id bainī wa baina khaṭāyāyā kamā bā‘adta bainal-masyriqi wal-magrib. Allāhumma naqqinī min khaṭāyāyā kamā yunaqqaṡ-ṡaubul-abyaḍu minad-danas. Allāhumma ighsilnī min khaṭāyāyā biṡ-ṡalji wal-mā’i wal-barad.
"Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat…" (Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu).

Pilihan kedua:

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ…

Wajjahtu wajhiya lillażī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan wa mā ana minal-musyrikīn. Inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-‘ālamīn, lā syarīka lahu wa bi żālika umirtu wa ana minal-muslimīn…
[HR Muslim no. 1290] (Fatwa 16 2019 Beda Iftitah Shalat Fardu Dan Sunnah).

3) Ta'awwudz — dasarnya firman Allah:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

"Apabila kamu akan membaca Al-Qur'an hendaklah kamu mohon perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk" — a‘ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm [QS An-Nahl (16): 98] (Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib).

4) Rukuk — pilihan yang disebut HPT: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي — Subḥānakallāhumma rabbanā wa biḥamdika Allāhummagfir lī "atau berdoalah dengan salah satu doa dari Nabi saw." (Fatwa 36 Bacaan Tasbih Rukuk Sujud, Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib).

Yang juga sahih dan dituntunkan: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ — subḥāna rabbiyal-‘aẓīm (Fatwa 36 Bacaan Tasbih Rukuk Sujud).

5) I'tidal — سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ — Sami‘allāhu liman ḥamidah, rabbanā lakal-ḥamd (Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib).

6) Sujud — سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى — subḥāna rabbiyal-a‘lā (Fatwa 36 Bacaan Tasbih Rukuk Sujud); atau سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي; atau سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ — Subbūḥun Quddūsun Rabbul-malā’ikati war-rūḥ (Fatwa 36 Bacaan Tasbih Rukuk Sujud).

7) Duduk antara dua sujud — Allāhummagfir lī warḥamnī wajburnī wahdinī warzuqnī "Allahummaghfirli warhamni wajburni wahdini warzuqni" [HR Tirmidzi dari Ibnu 'Abbas] (Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib).

8) Tasyahud —

اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Attaḥiyyātu lillāhi waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt, assalāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh, assalāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn, asyhadu allā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhu wa rasūluh.
"Segala kehormatan, kebahagiaan dan kebagusan adalah kepunyaan Allah…" (Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib).

9) Selawat —

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammadin wa ‘alā āli Muḥammadin kamā ṣallaita ‘alā Ibrāhīma wa āli Ibrāhīm, wa bārik ‘alā Muḥammadin wa ‘alā āli Muḥammadin kamā bārakta ‘alā Ibrāhīma wa āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd (Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu).

Catatan: lafal "sayyidina" tidak dipakai dalam tasyahud (Fatwa 64/1998, Fatwa 64 1998 Membaca Tahlil Sayyidina Tasyahud Mengirim Pahala Puasa); lafal "assalāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu" tidak diganti menjadi "‘alan-nabiyyi" (Fatwa 05/2007, Fatwa 05 Salam Tasyahud Dan Habbas Sauda).

10) Doa sebelum salam —

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ.

Allāhumma innī a‘ūżu bika min ‘ażābi jahannam, wa min ‘ażābil-qabr, wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāt, wa min syarri fitnatil-masīḥid-dajjāl (Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu).

11) Salam — اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ — as-salāmu ‘alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh; boleh juga tanpa "wa barakātuh" (Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu).

C. Kapan waktu berdoa di dalam shalat

  • Duduk antara dua sujud — doa Allāhummagfir lī warḥamnī… (Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib).
  • Ketika sujud — "keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa" [HR Muslim no. 313]. Lafal sujudnya mutlak, tidak dibatasi sujud tertentu, sehingga berlaku pada setiap sujud,

Catatan

Saya dibatasi 10 kali turn dan sebenarnya masih ada beberapa halaman yang belum saya baca.

Sajikan dalam Format
Hari ini, jam 11:18 WIB
sekarnag bisa kirim lengkapnya?
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.