ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
Bagaimana cara bersuci dari hadast besar
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 07:21 WIB
Bagaimana cara bersuci dari hadast besar

Pertanyaan yang bagus, sayangnya di luar jangkauan saya. 🙂 Saya hanya bisa menjawab dari arsip Tarjih Muhammadiyah. Kalau ada yang ingin ditelusuri dari sana, saya siap.

Hari ini, jam 07:21 WIB
Iya saya ingin

Pertanyaan

Bagaimana cara bersuci dari hadas besar menurut HPT dan Fatwa Tarjih Muhammadiyah?

Jawaban

  • Hadas besar hanya dapat disucikan dengan mandi wajib (mandi janabah), bukan dengan wudhu. Naskah Tarjih menegaskan: "Seseorang yang mempunyai hadats besar, kemudian ia berwudlu, wudlunya itu tidak dapat mensucikan hadats besar tersebut sebab hadats besar hanya dapat disucikan dengan cara mandi wajib" — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hadats Kecil Dan Besar.

  • Sebab-sebabnya, menurut rangkaian Kitab Thaharah dalam HPT: "Apabila kamu berjinabat karena mengeluarkan air mani atau bertemunya kedua persunatan, atau kamu hendak menghadiri shalat Jum'ah atau kamu baru lepas dari haid atau nifas, maka hendaklah kamu mandi". Untuk haid dan nifas, dalilnya QS al-Baqarah ayat 222 dan hadis 'Aisyah tentang Fathimah binti Abi Hubaisy — Hpt Jilid 1 Kitab Thaharah.

  • Tuntunan cara mandi yang termuat dalam HPT, berurutan:

  1. Membasuh (mencuci) kedua tangan, dengan niat ikhlas karena Allah;
  2. Membasuh kemaluan dengan tangan kiri;
  3. Menggosokkan tangan pada tanah atau apa yang menjadi gantinya — Tarjih menyebut ini "cukup fleksibel atau lentur", sehingga dapat diganti sabun (Tanya Jawab Agama 2 Masalah Wudlu Dan Mandi Wajib);
  4. Berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat;
  5. Memasukkan jari-jari pada pokok rambut dengan sedikit wangi-wangian, "sesudah dilepaskan rambutnya";
  6. Memulai dari sisi yang kanan, lalu menuangkan air ke atas kepala tiga kali;
  7. Meratakan air ke seluruh badan serta digosok;
  8. Membasuh kedua kaki dengan mendahulukan yang kanan;
  9. Tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan air — Hpt Jilid 1 Kitab Thaharah.
  • Bagi perempuan yang rambutnya diikat: yang utama melepas ikatan rambut. Namun bila ada kesulitan, "cukup dengan menyiramkan air pada rambut kepalanya tiga kali", kemudian meratakan air ke seluruh badan — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Wudhu Mandi Wajib Tayamum.

  • Wudhu setelah mandi wajib: naskah Tarjih mencatat dua kecenderungan. Pertama, tidak perlu wudhu lagi karena Nabi saw. "tidak berwudlu setelah mandi janabat". Kedua, tidak perlu wudhu apabila wudhu itu sudah dilakukan di dalam mandi wajib, dan bila belum maka harus berwudhu — sebab hadis-hadis tentang cara mandi Nabi menunjukkan beliau berwudhu lebih dahulu di tengah mandi, sehingga "beliau tidak berwudlu lagi setelah selesai mandi junub itu tetapi terus saja menunaikan shalat". Karena itu, mandi wajib yang dikerjakan sesuai tuntunan itu "termasuk wudhu yang demikian langsung dapat melakukan shalat", tentu bila sesudah mandi belum mengalami hadas kecil — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hadats Kecil Dan Besar, Tanya Jawab Agama 3 Masalah Hadats Kecil Dan Besar.

  • Mandi biasa tidak menggantikan mandi wajib. Mandi yang sekadar meratakan air ke seluruh badan, tanpa niat mengangkat hadas dan tanpa wudhu di dalamnya, tidak dapat langsung dipakai untuk shalat — Tanya Jawab Agama 3 Masalah Hadats Kecil Dan Besar.

  • Bila terhalang memakai air karena sakit atau madarat, tayamum menggantikan mandi wajib; dan bila kemudian sudah diperbolehkan mandi, ia tidak perlu mengulang mandi junub, hanya disarankan tetap mandi untuk menjaga kebersihan badan — Fatwa 35 2015 Tayamum Untuk Hadas Besar Pasien Menstruasi.

Dalil

  • QS al-Ma'idah (5): 6 — firman Allah:
    وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
    "...tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur" — Fatwa 35 2015 Tayamum Untuk Hadas Besar Pasien Menstruasi

  • Hadis Abu Hurairah tentang wajibnya mandi karena jimak, sebagaimana dikutip Kitab Thaharah:
    إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ عَلَيْهِ الْغُسْلُ
    "Apabila seorang bersetubuh, maka wajiblah mandi" (HR. al-Bukhari, Muslim dan lainnya dari Abu Hurairah) — Kitab Thaharah

  • Hadis 'Aisyah ra. tentang tata cara mandi Nabi saw.: "Nabi saw. apabila mandi janabat, memulai membasuh kedua tangannya, kemudian menuangkan bagian-bagian kanannya terus bagian kirinya, lalu mencuci kemaluannya, lalu wudhu seperti wudhu untuk shalat, kemudian mengambil air dan memasukkan jari-jarinya di pangkal rambut... lalu meratakan ke seluruh badan, kemudian membasuh kedua kakinya." (HR. al-Bukhari dan Muslim) — Tanya Jawab Agama 3 Masalah Hadats Kecil Dan Besar

  • Hadis Ummu Salamah: "Sebenarnya cukup engkau menyiram kepalamu tiga kali barulah engkau menyiram seluruh badanmu, lalu menjadi sucilah kami" (HR. al-Jamaah, kecuali al-Bukhari) — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Wudhu Mandi Wajib Tayamum

Catatan

  • Posisi arsip ini konsisten sejak Tanya Jawab Agama jilid 1–4, HPT Jilid 1 Kitab Thaharah, hingga fatwa-fatwa sesudahnya: hadas besar hanya disucikan dengan mandi wajib, dan wudhu tidak menggantikannya. Perluasan yang tampak kemudian: Fatwa 20.A (2003) menegaskan sahnya mandi wajib dengan air hangat yang tidak kemasukan najis, serta merinci cara tayamum pengganti mandi — Fatwa 20 A 2003 Mandi Wajib Dengan Air Hangat Dan Cara Tayamum Sm No 01 2004; Fatwa 35 (2015) menegaskan tayamum sebagai pengganti mandi wajib bagi yang terhalang secara medis — Fatwa 35 2015 Tayamum Untuk Hadas Besar Pasien Menstruasi.

  • Soal perlu-tidaknya wudhu lagi setelah mandi wajib, arsip menyajikan dua kecenderungan sebagaimana dikutip di atas, dan keduanya bertumpu pada pemahaman atas hadis dan cara mandi Nabi saw.; saya sampaikan keduanya tanpa memilih sendiri.

Kesimpulan

  • Bersuci dari hadas besar ialah dengan mandi wajib: niat ikhlas, bersihkan tangan dan kemaluan, wudhu di dalam mandi, siram kepala tiga kali (bagi perempuan boleh tanpa melepas ikatan rambut bila sulit), ratakan dan gosok air ke seluruh badan mulai sisi kanan, lalu basuh kedua kaki. Bila air tidak dapat dipakai karena sakit, tayamum menggantikannya.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format
Hari ini, jam 07:25 WIB
Jadi saat mandi wajib di dalamnya harus wudhu juga?

Pertanyaan

Apakah di dalam mandi wajib harus ada wudhu, dan apakah setelah mandi wajib masih perlu wudhu lagi untuk shalat?

Jawaban

  • Naskah Tarjih menegaskan lebih dulu bahwa mandi wajib tidak otomatis mensucikan hadas kecil: "Seseorang yang mandi wajib untuk mensucikan hadats besar, mandi wajib tersebut tidak otomatis mensucikan hadats kecil sebab mensucikan hadats kecil harus dengan cara berwudlu" — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hadats Kecil Dan Besar.

  • Karena itu, bila akan shalat, wudhu tetap harus ada. Persoalannya hanya di mana wudhu itu dikerjakan. Naskah Tarjih menjelaskan praktik Nabi saw.: "apabila Nabi saw mandi junub, beliau melakukannya sekaligus dengan berwudlu. Oleh karena itu beliau tidak berwudlu lagi setelah selesai mandi junub itu tetapi terus saja menunaikan shalat" — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hadats Kecil Dan Besar.

  • Kesimpulan yang dirumuskan naskah tersebut: "mengenai berwudlu setelah mandi wajib ada dua kecenderungan: Pertama, menyatakan tidak perlu wudlu, dan kedua, tidak perlu wudlu apabila dalam mandi wajib itu sudah berwudlu dan jika belum berwudlu maka harus berwudlu. Menurut pendapat yang kedua ini, seseorang yang junub kalau mau menunaikan shalat, di samping harus mandi wajib ia juga harus berwudlu, betapapun wudlunya itu tidak tersendiri setelah mandi wajib tetapi justru bersamaan dengan mandi wajib" — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hadats Kecil Dan Besar.

  • Sejalan dengan itu, Tanya Jawab Agama 3 menyatakan: "kalau melakukan mandi wajib itu dilaksanakan sesuai dengan tuntunan seperti dilakukan oleh Rasulullah dalam melakukan mandi wajib, masalah yang ditanyakan tersebut sudah dengan sendirinya terjawab, karena mengerjakan mandi menurut yang dituntunkan Nabi termasuk wudhu yang demikian langsung dapat melakukan shalat. Tentu saja kalau sesudah mandi sebelum shalat tidak mengalami hadats kecil" — Tanya Jawab Agama 3 Masalah Hadats Kecil Dan Besar.

  • Jadi ringkasnya: yang dituntunkan ialah wudhu dikerjakan di dalam rangkaian mandi wajib (setelah membasuh tangan dan kemaluan, sebelum menyiram kepala dan badan). Dengan begitu tidak perlu wudhu lagi sesudahnya. Tetapi bila wudhu itu belum dikerjakan di dalam mandi, maka wudhu harus dilakukan — sebab mandi wajib saja tidak menghilangkan hadas kecil.

  • Mandi biasa juga tidak dapat menggantikan hal ini: "Kalau mandi biasa... tidak dilakukan dengan niat, maksudnya niat untuk mengangkat hadats... Sesudah melakukan mandi biasa yang demikian tentu saja tidak dapat begitu saja melakukan shalat tanpa wudhu lebih dahulu" — Tanya Jawab Agama 3 Masalah Hadats Kecil Dan Besar.

Dalil

  • QS al-Ma'idah (5): 6:
    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟
    "...dan jika kamu junub (berhadats besar) maka mandilah" — ayat ini dijadikan dasar bahwa wudhu (hadas kecil) dan mandi wajib (hadas besar) adalah dua sistem pensucian yang berbeda — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hadats Kecil Dan Besar.

  • Hadis 'Aisyah ra. tentang cara mandi Nabi saw.: "Nabi saw apabila mandi janabat, memulai membasuh kedua tangannya, kemudian menuangkan bagian-bagian kanannya terus bagian kirinya, lalu mencuci kemaluannya, lalu wudhu seperti wudhu untuk shalat, kemudian mengambil air dan memasukkan jari-jarinya di pangkal rambut... lalu meratakan ke seluruh badan, kemudian membasuh kedua kakinya." (HR. al-Bukhari dan Muslim) — Tanya Jawab Agama 3 Masalah Hadats Kecil Dan Besar.

  • Hadis 'Aisyah ra.: "Rasulullah saw tidak lagi mengambil air sembahyang sesudah mandi janabat." (HR. Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa'i, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah) — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Wudhu Mandi Wajib Tayamum, Tanya Jawab Agama 3 Masalah Hadats Kecil Dan Besar.

Catatan

  • Kedua hadis di atas dibaca bersama: Nabi tidak berwudhu sesudah mandi junub karena wudhu itu telah beliau kerjakan di dalam mandi junub. Naskah Tarjih sendiri menyajikan dua kecenderungan dan tidak memilih salah satunya secara mutlak, maka saya sampaikan keduanya — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hadats Kecil Dan Besar.

  • Perlu dibedakan: urutan wudhu di dalam mandi wajib masuk ke dalam tuntunan cara mandi; sedangkan kewajiban wudhu untuk shalat berdiri sendiri sebagai syarat sah shalat.

Kesimpulan

  • Ya — wudhu dikerjakan di dalam rangkaian mandi wajib. Bila sudah begitu, tidak perlu wudhu lagi sesudahnya selama belum berhadas kecil. Bila wudhu belum dikerjakan di dalam mandi, wudhu wajib dilakukan sebelum shalat, karena mandi wajib tidak menghilangkan hadas kecil.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.