Tentu, mari kita buka halaman-halaman yang sangat relevan untuk mendetailkan dalilnya
Saya akan membaca naskah lengkap dari halaman yang dirujuk serta beberapa fatwa terkait.
Sekarang saya akan bacakan naskah lengkap bagian dalil dari Fatwa 01/2022.
Berikut perincian dalil-dalil yang menjadi dasar putusan Tarjih tentang bacaan basmalah dalam shalat.
📚 PERINCIAN DALIL BACAAN BASMALAH DALAM SHALAT
Prinsip Dasar
Dalam Fatwa 01 2022 Hukum Bacaan Basmalah Dan Kunut Shalat Subuh (Fatwa 01/2022) dan Keputusan Tarjih Ke 27 Beberapa Masalah Ibadat Dan Muamalat Bab Ii Bacaan Basmal (Keputusan Tarjih ke-27/HPT Jilid 3 hlm. 193–195) disebutkan:
"Basmalah merupakan bagian dari surah al-Fatihah dan harus dibaca dalam shalat. Sedangkan membaca surah al-Fatihah termasuk rukun shalat."
Karena termasuk rukun, hukum membacanya adalah wajib. Yang diperselisihkan bukan apakah basmalah dibaca, melainkan bagaimana cara membacanya: jahr (keras) atau sirr (pelan).
🕌 A. Hadis yang Mendukung Bacaan Jahr (Keras)
Hadis 1 — Riwayat Abu Hurairah ra. (yang paling kuat dan sering dijadikan rujukan utama)
Dari Nu'aim al-Mujmir, ia berkata:
صَلَّيْتُ وَرَاءَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَرَأَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ثُمَّ قَرَأَ بِأُمِّ الْقُرْآنِ... فَقَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَشْبَهُكُمْ صَلَاةً بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
"Aku shalat di belakang Abu Hurairah; ia membaca 'Bismillāhirraḥmānirraḥīm', kemudian membaca Ummul Qur'an (al-Fatihah)... Setelah salam ia berkata: 'Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku adalah orang yang shalatnya paling menyerupai shalat Rasulullah saw.'"
Status: Sahih — diriwayatkan oleh an-Nasā'ī, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Ḥibbān, al-Baihaqī, ad-Dāruquṭnī, aṭ-Ṭaḥāwī, Ibnu 'Abd al-Barr, dan al-Khaṭīb al-Baghdādī.
Kekuatan dalil: Hadis ini sangat kuat karena Abu Hurairah secara eksplisit menyatakan bahwa bacaan basmalah dengan jahr adalah bentuk shalat yang paling menyerupai shalat Nabi. Ini merupakan taqrīr (pengakuan) dari seorang sahabat besar yang pernah menjadi gubernur di Madinah dan menjadi imam di hadapan banyak sahabat lain tanpa ada yang membantah cara bacaannya.
Hadis 2 — Riwayat Ummu Salamah ra.
Dari Ummu Salamah bahwa ia ditanya tentang bacaan Rasulullah saw, lalu ia menjawab:
كَانَ يُقَطِّعُ قِرَاءَتَهُ آيَةً آيَةً: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
"Beliau memotong-motong bacaannya satu ayat satu ayat: 'Bismillāhirraḥmānirraḥīm', 'al-Ḥamdulillāhi rabbil-'ālamīn', 'ar-Raḥmānir-raḥīm', 'Māliki yaumiddīn'."
Status: Sahih — HR Aḥmad, Abū Dāwūd, at-Tirmiżī, al-Ḥākim, al-Baihaqī, Isḥāq ibn Rāhawaih, ad-Dāruquṭnī, Ibnu Abī Syaibah, aṭ-Ṭabarānī, aṭ-Ṭaḥāwī, Ibnu 'Abd al-Barr, dan al-Khaṭīb al-Baghdādī.
Kekuatan dalil: Hadis ini membuktikan bahwa basmalah dibaca sebagai ayat tersendiri yang terpisah dari ayat setelahnya. Ini menjadi argumen kuat bahwa basmalah adalah bagian dari al-Fatihah dan dibaca dengan suara yang terdengar (sebab jika sirr, tidak akan terpotong-potong bacaannya).
Hadis 3 — Riwayat Anas bin Malik ra.
عَنْ أَنَسٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْهَرُ بِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
"Anas berkata: Rasulullah saw membaca 'Bismillāhirraḥmānirraḥīm' dengan suara keras."
Status: Sahih — HR ad-Dāruquṭnī.
Hadis 4 — Riwayat Ibnu 'Abbas ra.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْتَتِحُ الصَّلَاةَ بِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
"Nabi saw memulai shalat dengan membaca 'Bismillāhirraḥmānirraḥīm'."
Status: Sahih — HR at-Tirmiżī dan ad-Dāruquṭnī.
Hadis 5 — Kisah Mu'awiyah ra. (sebagai penguat)
Dari Anas, diriwayatkan bahwa Mu'awiyah pernah menjadi imam di Madinah tanpa membaca basmalah dengan jahr dan tanpa takbir ketika turun dan bangkit. Setelah selesai, kaum Muhajirin dan Anshar menegurnya:
يَا مُعَاوِيَةُ لَا تَمَّتْ صَلَاتُكَ، أَيْنَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَأَيْنَ التَّكْبِيرُ إِذَا تَخَفَّضْتَ وَإِذَا رَفَعْتَ؟
"Wahai Mu'awiyah, tidak sempurna shalatmu! Mana 'Bismillāhirraḥmānirraḥīm' dan mana takbir ketika engkau turun dan bangkit?"
Setelah itu, Mu'awiyah membaca basmalah dengan jahr dalam shalatnya.
Status: Sahih — HR al-Ḥākim dari Anas.
Kekuatan dalil: Para sahabat Muhajirin dan Anshar ---- generasi yang paling paham tentang tata cara shalat ---- menganggap tidak membaca basmalah dengan jahr sebagai kekurangan dalam shalat.
🕌 B. Hadis yang Mendukung Bacaan Sirr (Pelan)
Hadis 1 — Riwayat Anas bin Malik ra. (yang paling terkenal)
صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ فَلَمْ أَسْمَعْ أَحَدًا مِنْهُمْ يَقْرَأُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
"Aku shalat bersama Rasulullah saw, Abu Bakar, 'Umar, dan 'Utsman, maka aku tidak mendengar seorang pun dari mereka membaca 'Bismillāhirraḥmānirraḥīm'."
Status: Sahih — HR Muslim (lafal ini milik Muslim), an-Nasā'ī, Aḥmad, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Ḥibbān, Abū 'Awānah, al-Baihaqī, Abū Dāwūd, at-Tirmiżī, al-Ḥākim, 'Abd ibn Ḥumaid, dan aṭ-Ṭabarānī.
Hadis 2 — Riwayat Anas (varian lain)
صَلَّيْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَخَلْفَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ فَكَانُوا يَفْتَتِحُونَ الْقِرَاءَةَ بِالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا يَذْكُرُونَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فِي أَوَّلِ الْقِرَاءَةِ وَلَا فِي آخِرِهَا
"Aku shalat di belakang Nabi saw, di belakang Abu Bakar, 'Umar, dan 'Utsman. Mereka memulai bacaan dengan 'al-Ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn'. Mereka tidak menyebut 'Bismillāhirraḥmānirraḥīm' di permulaan bacaan maupun di akhirnya."
Status: Sahih — HR Aḥmad dan Muslim.
Hadis 3 — Riwayat 'Aisyah ra.
عَنْ أَبِي الْجَوْزَاءِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَفْتِحُ الصَّلَاةَ بِالتَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةَ بِالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
"Dari Abu al-Jauzā', dari 'Aisyah, ia berkata: Adalah Rasulullah saw memulai shalat dengan takbir dan bacaan dengan 'al-Ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn'."
Status: Sahih — HR Muslim.
Hadis 4 — Riwayat 'Abdullah bin Mughaffal ra.
صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَ أَبِي بَكْرٍ وَمَعَ عُمَرَ وَمَعَ عُثْمَانَ فَمَا سَمِعْتُ أَحَدًا مِنْهُمْ يَقْرَأُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
"Aku shalat bersama Rasulullah saw, bersama Abu Bakar, bersama 'Umar, dan bersama 'Utsman; tetapi aku tidak mendengar seorang pun dari mereka membaca 'Bismillāhirraḥmānirraḥīm'."
Status: Sahih — HR an-Nasā'ī.
⚖️ C. Metode al-Jam'u (Kompromi) yang Digunakan Majelis Tarjih
Menghadapi dua kelompok hadis yang sama-sama sahih ini, Majelis Tarjih tidak memilih salah satu dan menolak yang lain (tarjīh), melainkan menggunakan metode al-jam'u (kompromi/penggabungan), berdasarkan kaidah fikih:
إِعْمَالُ الْكَلَامِ أَوْلَى مِنْ إِهْمَالِهِ
"Mengamalkan suatu pernyataan (hadis) lebih utama daripada mengabaikannya."
— Keputusan Tarjih ke-27
Penjelasan metode al-jam'u ini:
-
Dalam HPT Jilid 3 hlm. 194 disebut: "Bacaan basmalah sebelum al-Fatihah dalam salat jahar boleh dijaharkan dan boleh pula disirkan (dipelankan) berdasarkan jamak antara hadis-hadis yang memberi pengertian bahwa Rasulullah saw menjaharkan basmalah dalam salat jahar dan hadis-hadis yang memberi pengertian sebaliknya."
-
Dalam Fatwa 01/2022 dijelaskan: "Perbedaan itu bukan ta'āruḍ (pertentangan), melainkan dapat diselesaikan secara al-jam'u (dikumpulkan dan dikompromikan), sehingga keduanya dapat diamalkan dan tidak ada yang diabaikan."
-
Dengan demikian, lahirlah istilah tanawwu' (تنوع) — variasi cara yang keduanya memiliki landasan dalil yang sahih. Boleh jahr dan boleh sirr secara bergantian.
📋 D. Keterangan Tambahan
1. Mengapa Anas tidak mendengar? — Menurut Tanya Jawab Agama Jilid 4 (Tanya Jawab Agama 4 Masalah Bacaan Dalam Shalat), salah satu kemungkinan penjelasan atas hadis Anas adalah bahwa basmalah dibaca dengan sirr sehingga Anas yang berada di shaf belakang tidak mendengarnya. Ini tidak bertentangan dengan hadis jahr karena bisa saja pada waktu lain Nabi membacanya dengan jahr.
2. Kasus membaca di tengah surat — Fatwa 52/1998 (Fatwa 52 1998 Bacaan Tahiyyat Awal Basmalah Qurban Belum Aqiqah) memberi catatan: "Jika membaca ayat di tengah surat pada waktu salat dan akan menggunakan basmalah, seyogyanya dibaca sir meskipun dalam salat jahr."
3. Jumlah riwayat — Fatwa 01/2022 mencatat bahwa hadis yang menyebut sirr lebih banyak jalurnya, namun demikian keduanya tetap sahih dan dapat diamalkan.
4. Status basmalah sebagai ayat al-Fatihah — Dalam Fatwa 60 1998 Basmalah Ayat Al Quran Dan Dibaca Ketika Salat (Fatwa 60/1998) ditegaskan bahwa basmalah merupakan ayat dari surah al-Fatihah, sehingga membacanya adalah bagian dari rukun shalat. Pendapat ini didasarkan pada qiraah dan mushaf standar yang menempatkan basmalah sebagai ayat pertama al-Fatihah.
✅️ Kesimpulan
| Aspek | Keterangan |
|---|
| Hukum membaca basmalah | Rukun — bagian dari al-Fatihah, wajib dibaca dalam setiap rakaat |
| Cara membaca di shalat jahr | Tanawwu' — boleh jahr (keras) dan boleh sirr (pelan), berdasarkan jamak hadis-hadis sahih |
| Cara membaca di shalat sirr | Pada umumnya sirr, meski prinsip tanawwu' tetap berlaku |
| Membaca basmalah di tengah surat | Seyogianya sirr meski dalam shalat jahr (Fatwa 52/1998) |
Wallahu a'lam bish-shawab.