Pertanyaan
- Bacaan shalat wajib secara lengkap menurut tuntunan Muhammadiyah (HPT).
Jawaban
- Dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT), tata cara dan bacaan shalat wajib diuraikan secara berurutan dalam Kitab Shalat, bab Cara Shalat Wajib, berpijak pada sabda Nabi saw: "Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku melakukan shalat" (HR. Bukhari) Hpt Jilid 1 Kitab Shalat. Urutan bacaannya adalah sebagai berikut:
1. Takbiratul ihram
Membaca "Allahu Akbar" dengan ikhlas niat karena Allah, seraya mengangkat kedua tangan sejurus bahu dan mensejajarkan ibu jari pada daun telinga. Lalu meletakkan tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri di atas dada.
2. Doa iftitah (salah satu dari dua pilihan):
- "Allahumma ba'id baini wa baina khathayaya kama ba'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqini minal khathaya kama yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsil khathayaya bil ma'i wats tsalji wal barad."
- "Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha hanifan musliman wa ma ana minal musyrikin. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil 'alamin. La syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana awwalul muslimin..."
3. Ta'awwudz
"A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim."
4. Basmalah
"Bismillahirrahmanirrahim."
5. Al-Fatihah, lalu "Amin", kemudian membaca salah satu surah Al-Qur'an dengan memperhatikan artinya dan perlahan-lahan.
6. Ruku' — bertakbir, melemangkan (meratakan) punggung dengan leher, memegang kedua lutut, membaca:
"Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika Allahummaghfirli" (atau doa lain dari Nabi saw).
7. I'tidal — mengangkat kepala dengan mengangkat kedua tangan seperti takbiratul ihram, membaca "Sami'allahu liman hamidah", dan saat sudah tegak berdiri membaca "Rabbana wa lakal hamd".
8. Sujud — bertakbir, meletakkan kedua lutut, ujung jari kaki, kedua tangan, lalu dahi dan hidung, membaca:
"Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika Allahummaghfirli" (atau doa lain dari Nabi saw).
9. Duduk antara dua sujud — membaca:
"Allahummaghfirli warhamni wajburni wahdini warzuqni."
10. Sujud kedua, lalu kembali berdiri untuk rakaat berikutnya (pada rakaat kedua dan seterusnya tidak membaca doa iftitah, dan cukup membaca Al-Fatihah pada rakaat ketiga/keempat).
11. Tasyahud (duduk akhir):
"At-tahiyyatu lillahi wash-shalawatu wath-thayyibat. Assalamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahish-shalihin. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh."
12. Shalawat kepada Nabi saw.:
"Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala Ibrahim wa ali Ibrahim, wa barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala Ibrahim wa ali Ibrahim, innaka hamidum majid."
13. Doa isti'adzah (setelah tasyahud dan shalawat, sebelum salam):
"Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabi jahannam, wa min 'adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal."
14. Salam — berpaling ke kanan lalu ke kiri, yang pertama sampai terlihat pipi kanan dan yang kedua sampai terlihat pipi kiri oleh orang di belakangmu, sambil membaca:
"Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh."
- Dinyatakan dalam HPT: tidak ada perbedaan antara pria dan wanita dalam cara melakukan shalat sebagaimana tersebut di atas (HPT, Kitab Shalat) Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib.
Dua catatan putusan terkait bacaan:
- Basmalah dibaca pada setiap rakaat. Keputusan Tarjih menegaskan (mengukuhkan HPT h. 77 dan 86) bahwa sebelum membaca al-Fatihah dalam setiap rakaat dibaca basmalah. Cara membacanya ada tanawwu' (variasi yang keduanya berdasar dalil) — boleh jahar (keras) dan boleh sir (lembut), karena hadis tentang keduanya sama-sama sahih Fatwa 01 2022 Hukum Bacaan Basmalah Dan Kunut Shalat Subuh.
- Bacaan surat: tidak ditemukan dalil yang mewajibkan membaca surat yang lebih panjang pada rakaat pertama, tidak mewajibkan memulai dari awal surat, dan tidak mewajibkan urutan tertentu Fatwa 33 Bacaan Surat Dalam Shalat.
- Tasyahud awal dibaca sampai "innaka hamidun majid" (rujukan pada HPT, Kitab Shalat, dalil nomor 34–35) Fatwa 17 1999 Arti Nadliyin Istigosah Akbar Amanah Masyarakat Madani Dan Batas B.
Dalil
- "Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku melakukan shalat" (HR. Bukhari) — Hpt Jilid 1 Kitab Shalat
- Hadis Abu Dawud dan Tirmidzi: "Miftahus shalati al-wudhu'u wa tahrimuha at-takbiru wa tahliluha at-taslim" — "Kunci (pembuka) shalat itu wudlu, permulaannya takbir dan penghabisannya salam" — Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib
- Firman Allah: "Wa ma umiru illa liya'budullaha mukhlishina lahud din" (QS. Al-Bayyinah: 5) — Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib
Catatan
- Uraian di atas disarikan dari Kitab Shalat HPT yang teksnya telah saya baca. Beberapa lafal doa dalam naskah tercatat dengan transliterasi apa adanya (mis. "wabihamdika", "maghfirli"), sehingga penulisan Arab-nya saya sajikan sesuai pembacaan naskah. Untuk bacaan qunut Subuh dan rincian cara membaca jahar/sir pada shalat tertentu, arsip memuat pembahasan tersendiri bila diperlukan.
Kesimpulan
- Bacaan shalat wajib menurut HPT/Muhammadiyah berjalan berurutan: takbiratul ihram → doa iftitah → ta'awwudz → basmalah → al-Fatihah → amin → surah → ruku' → i'tidal → sujud → duduk antara dua sujud → sujud kedua → tasyahud → shalawat → doa isti'adzah → salam. Basmalah dibaca tiap rakaat, dan tata caranya sama antara pria dan wanita.
Sumber
Wallahu a'lam bish-shawab.