Pertanyaan:
Berapa jumlah rakaat salat tarawih menurut Tarjih Muhammadiyah?
Jawaban:
- Menurut putusan dan fatwa Tarjih, salat tarawih (qiyamu Ramadan/salat lail) dikerjakan sebelas rakaat termasuk witirnya, dan menjadi tiga belas rakaat bila didahului salat iftitah dua rakaat. Formasi yang dituntunkan dan biasa diamalkan adalah 4-4-3 (empat rakaat salam, empat rakaat salam, lalu witir tiga rakaat) atau 2-2-2-2-2-1 (dua rakaat salam berulang, lalu witir satu rakaat).
Dalil:
- Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari 'Aisyah r.a.:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا
"Beliau salat (sunah qiyamul-lail) pada bulan Ramadan dan bulan-bulan lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya, kemudian beliau salat lagi empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya kemudian beliau salat tiga rakaat" [H.R. al-Bukhari] — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih
-
Tuntunan HPT: "dan sembahyanglah Tarawih (shalat malam) sebelas raka'at" — dengan lafal Arab اِحْدَى عَشَرَةَ رَكْعَةً اَرْبَعًا اَرْبَعًا اَوْ مَثْنَى مَثْنَى وَثَلاَثًا — Kitab Shiyam Bagian 05 Sahur Buka Amal Utama
-
Perkembangan naskah lintas tahun:
-
HPT, hasil Muktamar Tarjih Wiradesa 1972: salat lail dapat dikerjakan empat-empat rakaat lalu tiga rakaat, atau dua-dua rakaat lalu tiga rakaat, "yang semuanya berjumlah 11 rakaat, sesudah dilakukan shalat iftitah (pembukaan) dua rakaat" — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Shalat Sunat
-
Tanya Jawab Agama 3: mengutip HPT cetakan ketiga halaman 341, "Engkau kerjakan sebelas rakaat, dua rakaat-dua rakaat atau empat rakaat-empat rakaat … Kemudian engkau akhiri tiga rakaat", dan menyebut bahwa yang umum diamalkan di Muhammadiyah adalah dua-dua-dua-dua-tiga atau empat-empat-tiga. Naskah ini juga mendaftar formasi lain (8+2+1, 4+3, 6+3, 8+3, 8+5, 7+2, 9+2) dengan catatan "asal jumlah keseluruhan rakaatnya gasal" — Tanya Jawab Agama 3 Masalah Shalat Sunat
-
Fatwa 12.A 2003: menegaskan rujukan tarawih delapan rakaat (ditambah witir tiga rakaat) adalah hadis 'Aisyah yang "sangat-sangat kuat, tidak ada dalam sanadnya perawi yang lemah" — Fatwa 12 A 2003 Hadits Shalat Tarawih
-
Tanya Jawab Agama 9 (2005–2007): "Shalat tarawih menurut tuntunan Nabi saw. adalah sebelas rakaat dengan witirnya. Dikerjakan dengan cara empat rakaat lalu salam tanpa tahiyat awal, kemudian empat rakaat lalu salam, dan ditutup dengan shalat witir tiga rakaat lalu salam." Soal tarawih 23 rakaat: "sekalipun sudah begitu memasyarakat, kami belum menemukan tuntunan dari Rasulullah saw." dan "hadis-hadis yang menerangkan tentang shalat tarawih 23 rakaat adalah lemah atau daif" — Tanya Jawab Agama 9 Bab 6 Tarawih
-
Fatwa 16/2010: menegaskan tarawih empat rakaat sekali salam "tidak bermasalah, baik dari sisi matan maupun sanadnya", dan bahwa empat rakaat salam serta dua rakaat salam merupakan tanawu' (keanekaragaman) dalam beribadah sehingga keduanya dapat diamalkan — Fatwa 16 2010 Salat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam Batal
-
Fatwa 27/2020: pelaksanaan 4-4-3 dikerjakan tanpa duduk tasyahud awal; "Jumlah seluruhnya adalah 11 rakaat. Jika sebelumnya dikerjakan 2 rakaat salat khafifatain atau iftitah 2 rakaat ringan, maka jumlah rakaat seluruhnya memang menjadi 13 rakaat" — Fatwa 27 2020 Tata Cara Salat Tahajud
-
Fatwa 13/2022: salat tarawih dan tahajud pada dasarnya salat yang sama; "Rasulullah saw tidak pernah menambah rakaat salat malam melebihi dari sebelas rakaat, baik di bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan" — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih
-
Tanya Jawab Agama 2026: "formasi shalat Tarawih menurut putusan dan fatwa Tarjih Muhammadiyah adalah 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1", dikerjakan tanpa tahiyat awal dengan bacaan jahar pada tiap rakaat — Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa
-
Salat iftitah dua rakaat sebelum tarawih disyariatkan, berdasar hadis riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Muslim dari Abu Hurairah: إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنَ اللَّيْلِ فَلْيَفْتَتِحْ صَلَاتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ — "Jika seseorang di antara kamu salat malam, maka hendaklah ia kerjakan pendahuluan dengan salat dua rakaat singkat" — Fatwa 40 1998 Shalat Iftitah Sebelum Shalat Tarawih
Catatan:
- Jumlah sebelas rakaat (dan tiga belas dengan iftitah) adalah posisi yang konsisten sejak HPT hasil Muktamar Wiradesa 1972 hingga naskah 2026. Yang berkembang bukan jumlahnya, melainkan penegasan bentuknya: naskah-naskah awal menekankan kesebelas rakaat itu boleh dua-dua atau empat-empat, sedangkan naskah 2010 menegaskan keabsahan empat rakaat sekali salam sebagai tanawu', dan naskah 2026 menetapkan dua formasi baku (4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1) sekaligus menegaskan tidak ada tahiyat awal pada formasi empat rakaat. Adapun tarawih 23 rakaat tidak ditemukan tuntunannya dalam penelusuran naskah Tarjih, dan hadis-hadisnya dinilai lemah/daif oleh Tim Fatwa.
Kesimpulan:
- Tarawih menurut Tarjih Muhammadiyah adalah sebelas rakaat termasuk witir — dengan formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1 — menjadi tiga belas rakaat bila ditambah salat iftitah dua rakaat.
Sumber:
- Kitab Shiyam Bagian 05 Sahur Buka Amal Utama (HPT Kitab Shiyam)
- Tanya Jawab Agama 4 Masalah Shalat Sunat (Muktamar Tarjih Wiradesa 1972 H)
- Tanya Jawab Agama 3 Masalah Shalat Sunat
- Fatwa 12 A 2003 Hadits Shalat Tarawih (2003, Fatwa 12.A)
- Tanya Jawab Agama 9 Bab 6 Tarawih (2005–2007)
- Fatwa 16 2010 Salat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam Batal (2010, Fatwa 16)
- Fatwa 27 2020 Tata Cara Salat Tahajud (2020, Fatwa 27)
- Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih (2022, Fatwa 13)
- Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa (2026)
- Fatwa 40 1998 Shalat Iftitah Sebelum Shalat Tarawih (1998, Fatwa 40)
Wallahu a'lam bish-shawab.