Berikut naskah khutbah Jumat lengkap dengan tema "Ikhtiar menuju Islam Berkemajuan: Iman — Ilmu — Amal".
🕌 KHUTBAH JUMAT
📌 Tema: Ikhtiar Menuju Islam Berkemajuan: Iman — Ilmu — Amal
KHUTBAH PERTAMA
**الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Takwa bukan sekadar ucapan di bibir, melainkan kesadaran penuh bahwa Allah Maha Melihat, lalu kita menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Pada kesempatan yang mulia ini, khatib akan menyampaikan khutbah tentang Ikhtiar menuju Islam Berkemajuan yang dirangkai dalam tiga pilar utama: Iman, Ilmu, dan Amal. Tiga hal ini adalah fondasi yang tidak terpisahkan dalam kehidupan setiap Muslim yang ingin mencapai kemajuan, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari umat.
[1] IMAN — Fondasi Segala Gerak
Iman adalah fondasi. Tanpa iman, ilmu dan amal kehilangan arah dan nilainya.
Allah Ta'ala berfirman dalam QS Al-Mujadalah ayat 11:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَـٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَـٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: 'Berlapang-lapanglah dalam majlis', maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: 'Berdirilah kamu', maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Perhatikanlah: Allah menyebut iman terlebih dahulu, baru ilmu. Iman adalah pangkal. Iman yang kokoh kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qadha-qadar — itulah yang menggerakkan seorang Muslim untuk mencari ilmu dan beramal.
Dalam Tanya Jawab Agama jilid 2 dijelaskan bahwa iman bukan sekadar keyakinan dalam hati, tetapi meliputi keyakinan dalam hati, ucapan dengan lisan, dan perbuatan dengan anggota tubuh — itulah sebabnya iman dan amal saleh selalu berkaitan, tidak dapat dipisahkan. — Tanya Jawab Agama 2 Masalah Kejadian Dan Amalan Manusia
[2] ILMU — Cahaya yang Mengantarkan pada Kemajuan
Setelah iman tertanam, langkah selanjutnya adalah mencari ilmu. Islam sangat menekankan urgensi ilmu. Bahkan wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah perintah untuk membaca:
ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan."
(QS Al-'Alaq [96]: 1)
Allah memerintahkan iqra' — membaca, meneliti, memahami. Ini adalah seruan untuk menguasai ilmu pengetahuan. Bukan sekadar ilmu agama, melainkan seluruh ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Dalam TJA jilid 1, diterangkan bahwa orang berilmu memiliki kedudukan yang istimewa. Salah satu ayat yang dikutip adalah QS Az-Zumar ayat 9:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
"Katakanlah: 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?'"
Jawabannya: tidak sama. Orang berilmu memiliki derajat yang lebih tinggi di sisi Allah. Bahkan Nabi ﷺ bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim."
(HR. Ibnu Majah)
Dalam fatwa Tarjih, ditegaskan bahwa mencari ilmu adalah kewajiban seumur hidup, sejak lahir sampai akhir hayat. Ilmulah yang menjadi cahaya bagi iman, dan menjadi dasar bagi amal yang benar. — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Ilmu
[3] AMAL — Buk Nyata Iman dan Ilmu
Iman dan ilmu saja tidak cukup tanpa amal. Amal adalah buah dari iman dan ilmu. Ibarat pohon, iman adalah akarnya, ilmu adalah batangnya, dan amal adalah buahnya. Tidak ada gunanya pohon yang tidak berbuah.
Allah berfirman:
إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَـٰٓؤُا۟
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama (orang-orang yang berilmu)."
(QS Fatir [35]: 28)
Ilmu yang benar akan melahirkan rasa takut kepada Allah, dan rasa takut itu mendorong amal saleh. Amal saleh inilah yang menjadi bukti nyata bahwa iman dan ilmu benar-benar hidup dalam diri seseorang.
Dalam TJA jilid 2 dijelaskan bahwa iman dan amal saleh adalah dua hal yang selalu berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Iman yang benar pasti menghasilkan amal, dan amal yang diterima Allah harus lahir dari iman dan ilmu yang benar.
Amal tidak harus besar dan megah. Setiap kebaikan, sekecil apa pun, adalah amal. Tasbih, takbir, tahmid, senyum, membantu sesama, menuntut ilmu, bahkan mendamaikan dua orang yang berselisih — semua itu adalah amal saleh yang dicintai Allah. — Tanya Jawab Agama 2 Masalah Kejadian Dan Amalan Manusia
[4] IslaM Berkemajuan — Menyatukan Iman, Ilmu, dan Amal
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam telah merumuskan visi Islam Berkemajuan. Dalam buku Risalah Islam Berkemajuan hasil Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo tahun 2022, dipaparkan bahwa salah satu karakteristik Islam berkemajuan adalah menghidupkan ijtihad dan tajdid — yaitu semangat pembaruan yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Tajdid memiliki dua makna:
- Pemurnian (purifikasi) — diterapkan pada bidang akidah dan ibadah, mengembalikan ajaran Islam kepada sumbernya yang murni.
- Dinamisasi — diterapkan dalam muamalah dunyawiyah seperti pemikiran, ekonomi, pendidikan, sosial, dan kebudayaan.
— Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 04 16 29 Februari Dapatkah Muhammadiyah Berkembang Dengan Perbeda
Ketiga pilar — iman, ilmu, dan amal — adalah kunci untuk mewujudkan Islam yang berkemajuan:
- Iman yang kokoh menjadikan seseorang teguh dalam prinsip, tidak mudah goyah oleh perubahan zaman.
- Ilmu yang luas menjadikan seseorang mampu membaca tanda-tanda zaman, menguasai sains dan teknologi, serta memahami ajaran agama secara mendalam.
- Amal yang nyata menjadikan kehadiran seorang Muslim bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain."
(HR. Ahmad)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Marilah kita jadikan iman, ilmu, dan amal sebagai satu kesatuan dalam hidup kita. Jangan sampai kita beriman tanpa ilmu, karena itu akan menjerumuskan pada kesesatan. Jangan sampai kita berilmu tanpa iman, karena itu akan menjadikan kita sombong dan kering dari keberkahan. Dan jangan sampai kita berilmu dan beriman tanpa beramal, karena itu adalah kebodohan yang sia-sia.
Maka, mulai dari diri kita sendiri: perkuat iman dengan belajar dan merenungi ayat-ayat Allah, perluas ilmu dengan tekun membaca dan belajar, dan wujudkan amal dengan tangan dan harta kita untuk kemaslahatan umat.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman, berilmu, dan beramal saleh. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
🕌 DUDUK SEJENAK
(Duduk dan membaca doa/bacaan singkat)
KHUTBAH KEDUA
**الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Pada khutbah kedua ini, izinkan khatib mengingatkan beberapa hal penting sebagai penutup dari tema kita hari ini:
Pertama, jadikan iman sebagai kompas hidup. Di tengah gemuruh dunia yang penuh fitnah dan godaan, iman adalah satu-satunya pegangan yang tidak akan pernah mengecewakan.
Kedua, jangan pernah berhenti belajar. Ilmu adalah kunci untuk memahami kehendak Allah di alam semesta ini. Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar tanggung jawabnya untuk mengamalkan.
Ketiga, jadilah pribadi yang bermanfaat. Mulai dari lingkungan terkecil: keluarga, tetangga, masjid, dan masyarakat luas. Amal saleh tidak harus megah — senyum kepada sesama, menyingkirkan duri di jalan, membantu yang kesulitan, itu semua adalah amal.
Allah berfirman dalam QS Ali 'Imran ayat 103:
وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟
"Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai."
Persatuan umat adalah kunci kemajuan. Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita. Dengan iman yang kokoh, ilmu yang luas, dan amal yang nyata — kita akan menjadi umat yang berkemajuan, sebagaimana cita-cita Islam Berkemajuan yang dirumuskan oleh para ulama kita.
**اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.**
أَقِمِ الصَّلَاةَ
Sumber rujukan yang digunakan:
Wallahu a'lam bish-shawab.